[repost] Gelaran Padusan Arsenal di Tengah Puasa

8
*artikel ini pertama tayang di situs bolatotal.com pada 22 Juli 2013, dua bulan sebelum Arsenal merekrut Mesut Özil

Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, Solo, Klaten dan sekitarnya mengenal ritual padusan menjelang bulan Ramadhan; seremoni adat dimana masyarakat berkumpul di suatu kawasan perairan baik itu laut, sungai, bendungan, mata air, pemandian hingga kolom renang, sebagai simbol pembersihan raga dan rohani sebelum memasuki bulan suci.

Ritual ini sejatinya adalah buah asimilasi antara agama dan budaya lokal. Di Yogyakarta sendiri padusan telah berlangsung sejak pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I. Pihak keraton menentukan kolam air masjid mana yang akan melangsungkan ritual ini. Kini masyarakat berinisiatif melakukannya di tempat-tempat lain, seperti pantai laut selatan. Ramadhan adalah bulan dimana umat muslim menjalani hari dengan pantangan makan-minum dan menjaga perilaku serta nafsu. Masyarakat Indonesia memaknai ‘bersih-bersih’ dalam padusan sebagai wujud kesiapan menghadapi bulan suci.

Arsenal melalui CEO-nya Ivan Gazidis secara terbuka menyatakan kesiapan mereka untuk bersaing dengan klub-klub seperti Chelsea dan Manchester City di bursa transfer. Gazidis juga menegaskan bahwa pihak klub akan melonggarkan batas gaji sehingga perekrutan pemain seperti Wayne Rooney – yang nilainya dua kali lipat dibanding pemain bergaji tertinggi di Arsenal – akan menjadi mudah.

Hingga saat ini Arsenal belum merealisasikan kesiapan tersebut. Satu persatu target mereka mulai dilirik klub lain. Para penggemar mulai pesimis dan merasa musim panas kali ini akan sama dengan musim panas sebelumnya minus hengkangnya pemain kunci. Beberapa menilai langkah Gazidis untuk melakukan wawancara tersebut adalah untuk mendongkrak penjualan tiket terusan musim 2013-14, karena dilakukan menjelang tenggat akhir pendaftaran.

Selain nama Yaya Sanogo, Arsenal memang hanya baru merekrut pemain akademi. Sementara kedalaman skuat inti mereka meresahkan. Sejak awal musim lalu Arsenal hanya mempunyai tiga bek tengah setelah Johan Djourou dipinjamkan. Lalu pada sektor gelandang tengah Abou Diaby kembali masuk ruang perawatan. Sesering apapun Theo Walcott menyatakan hasratnya sebagai striker tengah, dari caranya mencetak gol dia tidak bisa menolak bahwa posisi terideal baginya adalah penyerang sayap – kondisi yang menyisakan nama Olivier Giroud sebagai satu-satunya striker murni yang Arsenal miliki hingga detik ini.

Emosi penggemar dimainkan. Tiga klub di atas mereka; Manchester United, City dan Chelsea sedang mengalami pergantian komando kepelatihan. Bukan tidak mungkin, dengan melakukan perekrutan nama-nama mumpuni, Arsenal akan mampu berbicara banyak di liga, sambil tetap memertahankan performa impresif 10 pertandingan terakhir musim lalu.

Suka atau tidak, pembelian dengan harga ‘wah’ telah menjadi kewajiban bagi klub untuk bersaing di tiap kompetisi yang mereka ikuti. Bayern Muenchen tak segan merogoh kocek di angka 40 juta untuk menggaet Javi Martinez dari Athletic Bilbao, United – yang musim sebelumnya disalip City oleh selisih gol – langsung menggaet Robin van Persie. Belanja jor-joran mungkin hanya hak istimewa City, Chelsea atau PSG, tapi merekrut pemain yang nantinya akan menjadi kunci suatu klub dengan harga tinggi (tapi pantas) adalah mutlak dilakukan.

Ketika bursa transfer musim panas baru akan berakhir 41 hari lagi – rentang waktu segitu bagi Arsenal bisa berarti terlalu cepat dimana City dan Chelsea dengan jumawa masih bisa merekrut pemain-pemain terbaik Eropa – langkah klub yang bisa membuat suporter mereka sedikit tenang adalah bagaimana klub mampu melepas sejumlah pemain yang telah lama menguras keuangan klub ketika kontribusi mereka begitu minim.

Jika digabungkan dengan pemain-pemain akademi yang mereka rilis, Arsenal hingga saat ini telah melepas 20 pemain. Andre Santos menjadi nama terakhir yang mereka jual setelah kepindahannya ke klub Brazil Flamengo mencapai kata sepakat.

Berikut adalah lima pemain skuat senior yang Arsenal lepas:

Vito Mannone – Sunderland – ₤2 juta

Andre Santos – Flamengo – gratis

Denilson – (masih menganggur) – rilis gratis

Andrey Arshavin – Zenith St. Petersburg – gratis

Sebastién Squillaci – gratis

Johan Djourou – Hamburg SV – dipinjamkan semusim

Francis Coquelin – SC Freiburg – dipinjamkan semusim

Ibarat kutu di rambut legam-panjang Sandra Dewi, selain Mannone keempat orang tersebut menyusahkan klub di berbagai level. Pada bursa transfer Januari silam Arsenal hampir melego Arshavin ke Fulham; klub papan tengah dengan kemampuan skuat yang mampu mengejutkan rimba persaingan EPL, dan terpenting, masih berada di London, mengingat Arshavin yang terlanjur kerasan tinggal di ibukota bersama keluarganya. Apa lacur niat tersebut menjadi gagal karena kesepakatan nilai gaji yang tidak memenuhi standar Arshavin. Dia menjadi nama terakhir skuat Rusia di Euro 2008 yang gagal menunjukkan performa maksimal di EPL setelah Roman Pavlyuchenko (Tottenham Hotspur) dan Yuri Zhirkov (Chelsea).

Squilacci adalah bek dengan pengalaman bermain di final Liga Champions, pula mengoleksi 21 caps bersama timnas Prancis. Benar, lagi-lagi merupakan transfer tipikal Arsene Wenger, tapi setidaknya ia bukan bakat tak terasah Prancis seperti dulu saat Arsenal merekrut Nicolas Anelka. Suporter awalnya merasa sedikit lega ketika klub merekrutnya menjelang kompetisi 2010-11, namun anda takkan mau menyebut nama pria ini di hadapan pendukung Arsenal.

Denilson dan Santos tidak bisa mengulang prestasi sesama pemain Brazil terdahulu – Edu dan Gilberto Silva – di Arsenal. Satu-satunya hal yang paling diingat suporter dari sosok Santos, selain kegemarannya main Instagram dan kesalahan penulisan ‘guys’ menjadi ‘gays’ di Twitter, adalah dua golnya di pertandingan krusial versus Chelsea dan West Bromwich Albion. Sisanya, Santos adalah badut.

‘Padusan’ atau pelepasan pemain bertipe magabut ini tak kalah pentingnya dengan perekrutan pemain baru. Betapa tidak? Simak saja bagaimana Nicklas Bendtner berperilaku. Narablog Arsenal terkemuka, Andrew Mangan (arseblog.com), sampai memopulerkan akronim TGSTEL pada diri pemain asal Denmark tersebut. The Greatest Striker That Ever Lived.

Bukan sebuah sanjungan tentu saja.

Anda ingat saat booming penjualan MP3 player beberapa tahun lalu? Seluruh pedagang di toko elektronik – entah sengaja atau kesalahkaprahan – menjajakan berbagai tipe dan merk MP3 player dengan sebutan ‘iPod’. Para pedagang tersebut mungkin tahu iPod asli berharga puluhan kali lipat lebih mahal dari ‘kotak plastik’ yang mereka jual, dan berharap banyak orang akan kecele dengan harga murah untuk membelinya.

Pada situasi Bendtner, kondisi demikian justru terbalik.

Bendtner tidak tahu ‘pasarannya’ menurun di jagat bursa transfer. Selain perilaku di luar lapangan penuh nilai minus – dari keluar klub malam dengan celana melorot, mengemudi mobil dalam keadaan mabuk – terakhir kali Bendtner mencetak gol bersama klub sudah lebih dari satu tahun lampau. Bukan sebuah catatan yang ingin dilihat oleh klub manapun kala mengincar seorang striker tentu saja. Ironis, saat Eintracht Frankfurt sudah hampir merekrutnya seminggu lalu, negosiasi tersebut menjadi mendek akibat nilai gaji yang tidak Bendtner setujui – tersiar kabar Arsenal sampai berniat turut menyokong sekian persen gaji Bendtner selama beberapa bulan.

Umurnya masih terhitung belia, 25 tahun. Harus ada orang yang mampu menampar Bendtner untuk segera kembali ke dunia nyata dari senandung indah gemerlap selebritas pesepakbola. Lagipula, bermain di Frankfurt bisa menjadi batu loncatan baginya untuk menyatakan comeback. Atau dalam perspektif Bendtner, sebagai pengukuhan statusnya sebagai TGSTEL. Frankfurt bermain di liga yang kini disebut-sebut mengalahkan reputasi Spanyol dan Inggris dari segi ke-kompetitifan. Klub tersebut, mengingat musim lalu berhasil menduduki peringkat 6, berhak berlaga di Liga Eropa.

Namun rupanya Bendtner lebih memilih menghabiskan sisa kontrak di Arsenal meski nantinya tak sekalipun diturunkan. Klub yang tak kalah seksi dengan Frankfurt, Malaga, juga berminat memboyongnya. Namun rupanya hanya angin lalu.

Bendtner bersama Marouane Chamakh dan Gervinho – yang konon kepindahannya ke AS Roma akan diresmikan minggu ini – menjadi nama-nama yang akan ‘dibersihkan’ oleh Arsenal sembil tetap menjaga pandangan mata pada target transfer mereka musim ini.

Masyarakat DIY dan sekitarnya melangsungkan mandi besar dalam ritual padusan menjelang puasa. Arsenal justru melakukannya di tengah-tengah periode puasa mereka. Membersihkan skuat dari ‘kutu-kutu’ tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata. Laiknya kutu, perilaku foya-foya tanpa berkeringat mereka bisa menular pada pemain lain.

One thought on “[repost] Gelaran Padusan Arsenal di Tengah Puasa

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s