Mengulas Pergerakan Arsenal di Bursa Transfer 2014-15

1410456116203_wps_4_ST_ALBANS_ENGLAND_SEPTEMB

Oleh: Adrian Dwitomo

Transfer window dibuka 1 Juli dan ditutup tadi pagi, atau tepatnya 31 Agustus 11:00 waktu setempat.
Sedikit keunikan adalah, karena adanya permintaan dari Arsenal, Manchester United dan Hull City, maka tadi malam deadline sempat diundur untuk beberapa jam.

Anyway, mari kita bahas pembelian dari Arsenal yang kali ini terlihat cukup aktif.

1. David Ospina
Kiper Kolombia yang bermain cukup bagus di piala dunia ini menarik perhatian Wenger, terutama setelah perginya pahlawan FA Cup Lukas Fabianski. Setelah bertahun-tahun jadi cadangan, sudah saatnya Fabianski pindah ke klub yang bisa menjadikan dia kiper utama. So Far, Swansea sepertinya pilihan tepat.
Ospina adalah pengganti Fabianski, sampai sekarang masih cedera. Tetapi menurut gue Ospina adalah upgrade dari Fabianski. Semoga dengan adanya persaingan yang lebih ketat sekarang, dapat mendorong Szczesnya menjadi kiper yang lebih baik lagi

2. Calum Chambers
Tahun lalu, gue cuman tau dia sebagai pemain rotasi bersama Nathan Clyne di Southampton. Ternyata dia bisa bermain di segala posisi: CB, RB dan DM. Gue kira dia akan menjadi backup dari Debuchy, ternyata dia diplot oleh Wenger sebagai CB. Artinya Chambers adalah pengganti dari Vermaelen yang pindah ke Barça. Setelah melihat mainnya di beberapa pertandingan awal musim, dia udah menjadi salah satu bek favorit gue.
Gue memilih duet Kos-Per hanya berdasarkan mereka sudah saling kenal saja, tetapi dari segi kemampuan, Chambers tidaklah jauh di bawah mereka.
Taun depan, saya dukung Chambers jadi bek inti!🙂

3. Mathieu Debuchy
Bek kanan Perancis ini adalah pengganti dari Sagna yang pindah ke Manchester City. Kita bisa lihat di Piala Dunia 2014 bahwa Debuchy menggantikan Sagna sebagai bek kanan utama di timnas Perancis. Jadi bisa ditarik kesimpulan kalau Debuchy memang juga pantas untuk menggantikan Sagna di Arsenal.
Kemampuan menyerang Debuchy di atas Sagna, agresifitas juga bisa disamakan dengan Sagna, walaupun mungkin kekuatannya masih kalah. Satu lagi kelebihan Debuchy yaitu lebih muda dari Sagna. Debuchy juga sudah berpengalaman dengan Premier League bersama Newcastle

4. Alexis Sanchez
Menjadi pemain Cili pertama di Arsenal. Alexis bermain cukup bagus di Piala Dunia dengan mencetak 2 gol. Di Barcelona dia juga menjadi salah satu bintang. Alexis dapat bermain di berbagai posisi, namun sepertinya posisi yang akan paling sering dia mainkan di Arsenal adalah sayap kanan/kiri, lalu setelah itu menjadi penyerang tunggal jika dibutuhkan. So far sudah 2 gol dan 1 assist. Sebagai pembelian Arsenal termahal musim ini dengan 35 juta pound, semoga dia dapat cepat beradaptasi dan menunjukkan kepantasannya dihargai demikian tinggi.

5. Danny Wellbeck
Cederanya Olivier Giroud tampaknya memaksa Wenger untuk membeli seorang penyerang. Wellbeck sepertinya terpaksa dijual oleh MU karena mereka mendatangkan Falcao. Wellbeck gue nilai cukup bagus untuk ukuran premier league. Tapi jujur aja, dia belum bisa menjadi tumpuan Arsenal untuk meraih gelar juara. Hanya waktu yang bisa membuktikan gue salah. Semoga gue salah.

Pemain-pemain di atas memberikan Arsenal harapan untuk musim yang lebih baik. Kalo dinilai secara keseluruhan, gue bilang tim musim ini lebih baik dari musim lalu, ada peningkatan. Tapi ada beberapa kendala yang dapat menjadi penghambat Arsenal untuk meraih gelar juara:

1. Tidak membeli backup untuk posisi CB
Arsenal hanya memiliki Mertesacker, Koscielny dan Chambers sebagai CB. Ada gelagat bahwa Wenger juga akan memainkan Monreal sebagai CB jika dibutuhkan, tapi Monreal juga merupakan backup dari posisi LB. Secara total Arsenal hanya memiliki 6 pemain bertahan, ditambah Bellerin dan Hayden jika mau dihitung. Gue cukup yakin Bellerin dan Hayden akan main di tim utama musim ini, entah di FA cup atau COC. Komposisi ini tidaklah cukup untuk menjalani musim dengan lebih dari 50 pertandingan, apalagi jika memiliki target juara.

2. Tidak upgrade posisi DM
Iya, Arteta adalah salah satu pemain favorit gue di Arsenal. Perannya tidak jauh beda dengan Alonso di Madrid atau Pirlo di Juve, Deep Lying Playmaker. Tetapi Arteta, sang kapten, sudah berusia 32, permainannya pun sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan dan tentu saja semakin rentan cedera. Cadangan yang dimiliki pun “hanya” Flamini. No disrespect, Flamini mungkin bisa berguna melawan tim-tim papan tengah atau bawah Liga Inggris yang sangat mengedepankan fisik, tetapi melawan tim-tim besar, sangat diragukan, ditambah lagi dengan habit nya dia mengoleksi kartu kuning.

3. Wenger ingin menerapkan formasi baru 4-1-4-1
Terlihat para pemain belum terlalu biasa memainkan formasi ini. Dapat dilihat juga pada posisi mengejar di menit-menit akhir, Wenger sering kembali ke formasi yang sudah biasa yaitu 4-2-3-1. Formasi 4-1-4-1 bukan formasi jelek, karena dimainkan juga oleh Muenchen musim lalu dan gue juga sering melihat Jerman memakai itu. Mungkin alasan Wenger memakai formasi itu dan menempatkan Özil di kiri, karena Jerman juga begitu. Tetapi pemain masih perlu waktu untuk adaptasi untuk mengintrepretasikan formasi baru Wenger ini. Kita lihat sampai kapan Wenger tetap pada 4-1-4-1, bisa saja kembali 4-2-3-1 atau mungkin terus sampai akhir musim.

4. Faktor cedera
Ini sudah menjadi masalah menahun bagi Arsenal, maka dari itu Arsenal musim ini merekrut Shad Forsythe dari timnas Jerman. Sejauh ini, hasilnya belum terlihat, pemain masih silih berganti cedera: Arteta, Gibbs dan Koscielny. Masalah ini sangat penting untuk segera ditemukan solusinya terutama mengingat keterbatas stok pemain bertahan Arsenal.

Review dan Preview di atas bukan menunjukkan kepesimisan gue sebagai gooner, lebih ke arah objektif dan realistis. Arsenal akan kembali memperebutkan posisi 3-4. Posisi 3 akan terlihat sebagai prestasi oleh Arsenal. Mungkin bisa mencuri kesempatan di FA atau COC. Kalau UCL? masih lebih jauh lagi dari jangkauan. Sekali lagi, gue akan sangat bahagia jika Arsenal membuktikan gue salah besar!

#COYG