Early North London Derby: Menjajal Kekuatan Tetangga yang Konon Menakutkan

Kalimat apa yang pantas dijadikan sebagai pembuka di derbi dini ini? Semua orang sepertinya menilai Arsenal akan kesulitan menghadapi Sp*rs yang benar-benar kuat musim ini. Seorang Jonathan Wilson, sejarawan sekaligus ahli taktik sepakbola saja sampai dua kali menulis tentang betapa glamor dan potensialnya skuat baru Sp*rs musim 2013-14.

Yang terlintas di benak saya, kedua tim belum benar-benar tampil meyakinkan di musim yang baru berjalan dua pekan ini. Anda tidak bisa menyanggah bahwa mereka kelimpungan tanpa Gareth Bale dimana di dua laga EPL mereka hanya mampu menang tipis atas Crystal Palace dan Swansea. Masing-masing dengan skor 1-0 dan lewat tendangan penalti Soldado; salah satu rekrutan anyar mereka.

Apakah pembelian gila-gilaan bisa menjamin keberhasilan suatu klub? Jika yang kita bicarakan adalah pembelian model Chelsea pada 2004 silam, maka jawabannya adalah iya. Mari kita lihat nama-nama baru di skuat mereka. Teliti satu per satu. Tidak ada satu pun dari mereka yang mempunyai pengalaman berlaga di Liga Inggris. Seorang Cristiano Ronaldo saja membutuhkan waktu 3 musim untuk mengeluarkan tajinya di liga ini. Lain halnya jika pemain-pemain tersebut mempunyai talenta seperti Ruud van Nistelrooy atau Thierry Henry.

Saya bersyukur jadwal EPL memertemukan kita dengan mereka sedini ini (di kandang pula) karena otomatis kita menghadapi tim yang baru beradaptasi. Tidak menjadwalkan pertemuan kita di akhir September atau awal November dimana saya yakin saat itu skuat mereka sudah menyatu, solid dan tentu saja, mampu mengatasi masalah perginya Bale.

Pendukung Sp*rs dimana saja pasti bersorak kegirangan akhir-akhir ini. Semalam, melalui akun Twitter resminya, mereka dengan setengah bercanda mengunggah video pemasangan nama pemain baru di seragam putih berdisen buruk mereka. Satu per satu huruf ditempel dan terbentuk nama Lamela disana. Dalam bursa transfer kali ini, mereka telah tiga kali memecahkan rekor transfer. Lamela, yang dibeli dengan harga £30juta adalah pemain bagus, saya tidak bisa menyangkal. Tapi apakah ia bisa langsung tampil prima di laga hari Minggu nanti? Saya pikir menjadikannya starter — jika Aaron Lennon tidak cedera —  pun AVB tidak akan berani.

Lamela, dengan torehan 15 gol di Serie A untuk seorang pemuda 21 tahun adalah rekor fantastis, seperti yang diyakinkan James Horncastle. Tapi — tanpa bermaksud meremehkan penggila Serie A — kualitas permainan klub-klub negeri pizza kita ketahui bersama menurun dalam 4 tahun terakhir. Saya pernah menonton pertandingan Liga Inggris bersama teman yang kebetulan milanisti. Saya lupa siapa yang bermain, tapi yang jelas bukan tim papan atas. Ketika teman saya tadi melihat bagaimana bek-bek sayap kedua tim mengantisipasi serangan, dia berkata, “gila ya, liga Inggris, bek tim medioker gini aja jago-jago banget.”

Tapi AVB bukan pelatih sembarangan. Jika anda telah membaca tulisan-tulisan saya sejak musim lalu tentu paham bagaimana pandangan-pandangan saya terhadap mantan pelatih Porto tersebut. Ia juga mengetahui dengan pasti kenyataan bahwa timnya masih  memerlukan proses adaptasi. Seperti yang ia ungkapkan di konferensi pers,

The advantage that they have is that they know each other very, very well from the past because they are a side that has been built together for these last years and, without having new faces, they don’t have to worry about building something.

They’re already in there, the Arsenal way of playing. And we have lots of new faces and still have to build our own style of play

Dari daftar cedera, Arsenal diuntungkan oleh tak bugarnya Benoit Assou-Ekoto dan Aaron Lennon. Kontra Swansea minggu lalu AVB memasang Danny Rose dan Andros Townsend yang kualitasnya jauh di bawah kedua pemain tadi. Townsend musim lalu hanya bermain 5 kali di EPL tanpa sekalipun bermain penuh, sedangkan Rose, yang berusia 23 tahun lebih banyak dipinjamkan Sp*rs.

Besar kemungkinan AVB akan memasang Lamela ketimbang Townsend. Jika AVB menggunakan pendekatan pragmatis dan memilih pemain berdasarkan pengalaman, saya takutkan ia akan memasang Sandro; sosok yang musim lalu tampil begitu trengginas sebagai perusak irama permainan lawan sebelum didera cedera panjang.

Penting bagi Ramsey untuk menentramkan Mousa Dembele

Bertahun-tahun bursa transfer Arsenal selalu dikaitkan dengan pemain yang mempunyai karakteristik seperti Patrick Vieira. Ironisnya, Sp*rs kini memiliki salah satu pemain di EPL yang memiliki kualitas hampir setara eks kapten kita tersebut: Mousa Dembele.

Adalah penting untuk menjaga Dembele tetap jinak. Di atas kertas trio Dembele-Capoue-Paulinho terlihat begitu kokoh untuk dihantam. Semuanya piawai dalam melakukan duel perebutan bola. Di pertandingan melawan Swansea, terlihat sosok Capoue (yang sebelumnya kerap dikaitkan pindah ke Arsenal) menggantikan tugas Scott Parker yang beru saja dilepas ke Fulham.

Ia begitu gigih dalam merebut bola dan berlama-lama menguasai bola adalah hal yang perlu dihindari Arsenal. Selain itu kaki kiri Capoue juga mampu melepas sepakan jarak jauh. Penting bagi trio gelandang Arsenal untuk terus menjaga jarak antara gelandang-bek serapat mungkin.

Disinilah saya harap Ramsey mampu memertahankan permainan efektif yang telah dia lakukan di 4 laga awal 2013-14. Ramsey saya rasa telah memahami pentingnya menjaga stabilitas pertahanan-lapangan tengah di tergantung siapa yang Arsenal hadapi. Melawan Fenerbahce ia leluasa menyerang mereka karena lini tengah mereka tak sekuat Fulham; dimana saat melawan Fulham ia tak sekalipun melakukan penetrasi ke pertahanan mereka.

Permainan operan satu-dua cepat yang The Gunners peragakan versus Fulham, jika dimanfaatkan dengan baik bukan hanya menyulitkan Sp*rs, tapi juga mengacak-acak padatnya lini tengah mereka.

Ramsey membuktikan ia tak akan kalah saat berhadapan dengan pemain berpostur lebih besar; seperti yang ia tunjukkan di pertandingan pra musim terakhir kontra Manchester City. Ramsey mampu menentramkan Yaya Toure yang mempunyai skill, keunggulan postur tubuh, serta pengalaman jauh di atasnya.

Ia — yang saya perhatikan lebih kekar musim ini — mampu melindungi bola dengan memanfaatkan topangan kuda-kuda yang ia dapatkan dulu waktu masih sering bermain rugby.

Melihat permainan Wilshere di laga melawan Aston Villa, juga sedikit cedera yang dia alami di laga kontra Fenerbahce, saya berpikir lebih baik Arsene kembali memasukkan dia di babak kedua. Ini adalah pertandingan yang membutuhkan konsentrasi: bagaimana Arsenal agar jangan terlalu sering melakukan pelanggaran-pelanggaran tidak perlu di zona-zona berbahaya.

Memasang Flamini sebagai starter bisa jadi alternatif dengan Rosicky dan Cazorla bergantian sebagai AMF.

Arsenal kalah jauh dari dari segi fisik — disini absennya Bale patut kita syukuri

Perhatikan postur gelandang-gelandang Sp*rs: Naser Chadli 1,87 cm, Mousa Dembele 1,85, Capoue 1,89 dan Paulinho 1,81. Baik Giroud maupun Cazorla (yang berada di sisi kiri) harus rutin melakukan closing down terhadap Dawson; centre half mereka yang berperan sebagai Mertesacker-nya Sp*rs. Dawson jangan dibiarkan leluasa mengirimkan umpan-umpan lambung karena di lini tengah, Arsenal dirasa takkan sanggup menandingi pemain mereka dalam duel-duel udara.

Jangan lupa mereka juga memiliki Jan Vertonghen; pemain yang musim lalu tak hanya banyak mendulang gol melalui sundulan kepala, tapi juga mampu melakukan penetrasi melalui dribel aduhai ke garis pertahanan lawan untuk kemudian mencetak gol — seperti yang ia lakukan di kandang United musim lalu.

Sekali lagi, penting bagi Arsenal untuk berhati-hati dalam melakukan pressing. Jangan terlalu agresif. Cukup papatkan saja ruang mereka supaya alur operan bola mereka tercecer. Karena kedua tim sama-sama baik dalam memeragakan possession football. Ini adalah pertarungan dua gelandang tengah dalam membaca alur permainan.

Saat kalah atas Liverpool di Anfield musim lalu, Vertonghen berhasil menceploskan dua gol ke gawang Brad Jones dan ya, gol tersebut tercipta atas usaha Gareth Bale yang piawai dalam melepas umpan dari bola mati atau permainan terbuka. Sp*rs dengan Bale bisa begitu efektif karena AVB bisa semena-mena menempatkannya di mana saja. Saat kita takluk dari mereka 2-1 pun AVB memasangnya sebagai second striker: konsentrasi terpecah dan Sigurdsson bisa leluasa memanfaatkan kelengahan tersebut di sektor kanan pertahanan Arsenal.

Bale menopang 90% tanggung jawab di sektor penyerangan musim lalu. Dua kali kemenangan kurang meyakinkan atas tim medioker menjadi bukti bahwa mereka kelimpungan ditinggal Bale.

Kieran Gibbs v Kyle Walker

Umur keduanya terpaut tak terlalu jauh. Keduanya juga bukan pilihan utama di timnas Inggris. Gibbs masih harus bersaing dengan Ashley Cole dan Leighton Baines sementara Walker berhadapan dengan Glen Johnson dan Phil Jones. Gibbs baru dua kali membela timnas sedangkan Walker 6. Keduanya akan saling berhadapan besok malam di garis pinggir kiri pertahananan Arsenal.

Kelebihan Walker adalah kemampuannya melepas umpan lambung dari 2/3 lapangan  ke daerah-daerah berbahaya manakala Gibbs, yang di awal musim ini sudah menyumbang assist dan gol, sudah semakin padu dengan Cazorla dalam membongkar pertahanan lawan.

Kecepatan dan visi dalam menyerang praktis milik Gibbs. Sedangkan Walker, jika ia tak disiplin, akan mudah dibombardir oleh Gibbs-Cazorla karena Lamela belum terlalu paham pola permainan Arsenal (juga timnya sendiri).

Faktor Theo Walcott: peremuk hati penggemar Sp*rs dan AVB

Walcott, yang sejauh ini belum membuka keran golnya, saat ditanya wartawan apakah skuat Sp*rs lebih kuat ketimbang Arsenal menjawab,

That’s a silly question. Not at all. I feel that we’re very, very strong. Everyone may say our squad is very, very weak and there are not many of us but I think we showed we bounced back from such a disappointing result in the opening game and proved a lot of people wrong.

Di skuat Arsenal saat ini, Walcott merupakan pencetak gol terbanyak ke gawang Sp*rs dengan 5 gol. Torahan tadi menjadi semakin mengkilap jika kita menghitung sebilah gol cantik yang ia lesakkan ke gawang Chelsea saat AVB masih bercokol disana.

Pernyataan Walcott tadi memancarkan kepercayaan dirinya untuk kembali tampil beringas di derbi London Utara. Ia tentu panas melihat performa konsisten Giroud dalam mencetak gol. Dengan absennya Podolski, Walcott hanya akan tambah bersemangat untuk memberikan yang terbaik.

Dan semoga ia tak lupa untuk turun membantu Bacary Sagna (yang dikabarkan memangkas habis rambutnya kemarin) dalam bertahan.

Aura positif dalam dressing room Arsenal

In our stadium, against the enemy, we could not lose

Kata-kata di atas diucapkan Sagna saat kita berhasil mengalahkan mereka 5-2 dua musim silam. Persetan dengan kondisi transfer Arsenal yang memrihatinkan. Persetan dengan puja-puji media/jurnalis terhadap skuat mengkilap mereka. London Utara milik kita. Lupakan sejenak ketek-terbukaan manajemen Arsenal. Hadirkan semangat positif di dunia maya ataupun saat nobar nanti.

Laga ini begitu krusial. Kekalahan akan membuat aura positif antar pemain menjadi suram. Mencetak 6 gol dan hanya kebobolan sebiji di kandang Fulham dan Fenerbahce adalah sebuah prestasi (yang sayangnya luput diperhatikan banyak orang). Ini adalah skuat yang ‘katanya’ dalam kondisi krisis. Bertahun-tahun mereka selalu memrediksikan perpindahan kekuasaan/dominasi/hegemoni di utara London. Sepanjang itu pula, Arsene Wenger berhasil mematahkan prediksi mereka dan keraguan suporter.

Meminjam pekikan armada perang klan Stark di serial Game of Thrones:

Arsenal FC, the kings in the north!

Trivia of the day

  1. Dua musim terakhir Sp*rs tidak pernah mampu mengalahkan Arsenal di Ashburton Grove — begitu pula sebaliknya: Arsenal selalu kalah di kandang mereka di periode tersebut,
  2. Rekor Arsenal bersama Arsene di derbi ini sepanjang karir: 40 main, 18 menang, 16 seri dan 6 kalah. Serta 16 tahun selalu mengangkangi mereka di klasemen akhir Liga Inggris,
  3. Pertandingan ini, sepanjang perjalanan Premiership telah menciptakan 124 gol — terbanyak di antara pertandingan lain,
  4. Jika punya teman pendukung Sp*rs dan mengaku pernah menyaksikan timnya memenangi Liga Inggris, tabok saja.

Song of the day

Fuck Ivan Gazidis. Fuck Stan Kroenke. Fuck Arsene Wenger (for being stubborn). This is the clash against the arch-rival, the bitterest of all. Vermaelen saja, yang tidak bisa tampil begitu bersemangat jelang laga ini dengan komentarnya di situs klub.

Jangan tanyakan hasrat Jack Wilshere atau Carl Jenkinson untuk meremukkan mereka karena hal itu telah terpatri kuat di dahi.

Bernyanyilah dengan lantang. Keluarkan aura positif sepanjang laga. Teriakkan makian dengan kencang. Mengucap kata-kata seperti ‘anjing’ atau ‘bangsat’ sangat dimaklumi di kesempatan ini. Luapkan saja. Kepalkan tangan kencang-kencang saat Walcott atau Giroud berhasil menjebol gawang Hugo Lloris.

Biarlah kita terteter di bursa transfer. Biarlah satu per satu target transfer lepas ke klub lain. Kita punya pasukan yang siap berdarah-darah di pertandingan ini.

“Our love is questioned, such a mournful sound/tonight I’m gonna bury that horse in the ground/so I like to keep my issues drawn/but it’s always darkest before the dawn..

Shake it out, shake it out! Oh whooaa!/and it’s hard to dance with a devil on your back so shake him them off! Oh whoooa!”

13 thoughts on “Early North London Derby: Menjajal Kekuatan Tetangga yang Konon Menakutkan

  1. Dembele-Paulinho yang paling berbahaya. Semoga lini pertahanan Arsenal tidak ceroboh buru-buru menghalau serangan lawan. Benar analisa di artikel ini. Cukup tutup kemungkinan aliran bola dari mereka.

    Kompisisi pemain saya juga setuju Flamini starting karena karakter berani duel dari Flamini akan cukup membantu kerja Ramsey. Cazorla-Rosicky pun bisa lebih nyaman berkreasi. Walcott obrak-abrik sisi flank dan Giroud seperti biasa sebagai pemantul bola ataupun pembuka jalan bagi Ramsey-Rosicky masuk ke jantung pertahanan musuh.

    Prediksiku, menang tipis selisih 1 gol. Itu sudah sangat bagus untuk moral tim. Kesolidan tim akan lebih kuat dan percaya diri. Wenger hanya butuh beli pemain pelapis yang cukup berkualitas dan bermental-attitude baik (jika mmg tidak ada pemain bintang jadi direkrut)😀

    Like

  2. Setuju, lebih bagus ketemu sekarang daripada nanti kalo sp*rs udah nyatu.

    Jujur rada serem sih, inget kaki ramsey sama wilshere yang masih anget-anget tai ayam memarnya.

    Baca-baca blog sonoh, kayaknya gooners sonoh lebih khawatir sama wasit.

    Tebakan gue 2-0 skornya.
    Mungkin bisa nambah kalo Flamini masuk.

    Like

  3. horor adalah jika mereka memakai pendekatan seperti yang Villa lakukan terhadap Wilshere saat pemain-pemain mereka bergantian mengasari Wilshere. Semua gelandang tengah Sp*rs mempunyai kapasitas untuk melakukan hal tersebut. Jika begitu skenarionya, maka akan mengulang apa yang kita alami musim lalu saat dikalahkan mereka, Chelsea (h & a). Hilang fokus karena tertekan oleh kinerja wasit.

    Apalagi sosok penenang di tim juga gak ada (Arteta).

    for better or worse:

    Like

    1. Yap, sepertinya ada kecenderungan tim lawan untuk mengasari wilshere, melihat villa, fenerbache.

      Bisa dihindari ketika wasit tegas dan imbang. (Diragukan sangat) :E

      Like

  4. Slightly disagree on your opinion about Lamela. Lamela itu punya natural talent untuk meng-eksploitasi ruang kosong di 1/3 terakhir lapangan. Has a pair of quick feet juga.. Dan memang, Serie A memang menurun 5 tahun ini, tapi saya lebih melihatnya dalam konteks persaingan antar klub Eropa dan professional branding kompetisi saja. Timnasnya masih baik-baik saja😀 lagian masih nomor 4 dari 5 liga terbaik Eropa(dunia)+La Liga pun mulai membusuk. back to topic, terutama Lamela, tetap prestasi mencetak 21 gol dalam 1 musim di Serie A, bagi 21 y/o, bagi pemain non pure-striker itu prestasi yang hebat IMO. Striker murni klub besar Serie A pun belum tentu sampai 20 gol dalam 1 musim. Never underestimate, but I believe, there’s only one club in North London, and it was the Red ones..

    Like

    1. tiap nonton AS Roma, entah kenapa yang tampil jago kalo enggak Bradley ya DDR. Sebetulnya saya gak bilang Lamela pemain buruk kok. Cuma meyakinkan aja, kalo waktu satu hari (mulai terbang dari Itali-Inggris, adaptasi sama rekan2 setim) memepersiapkan diri di pertandingan macam ini bakal bikin siapapun tampil kurang maksimal.

      What a steal, of course😀

      Flamini is a bulldog!

      Like

  5. memang betul apa yang di ungkap dari artikel ini bahwa kunci permainan di lini tengah, tapi ini derby yang sangat bergengsi semua pemain akan menjadi kunci tim dan harus berkonsentrasi 100% sepanjang laga. dan memang peluang untuk strategi seperti yang dilakukan aston villa dilaga ini cukup besar mengingat mereka tidak hanya berpikir kemenangan di laga derby ini saja tapi di laga laga selanjutnya di BPL di mana pemain pemain arsenal terkenal rentan cidera dan secara tidak langsung akan mengganggu stabilitas tim untuk pertandingan selanjutnya,lalu mereka akan lebih senang apabila mereka berhasil berada di atas arsenal dalam beberapa pekan. kembali ke laga derby, dimana situsi kedua klub menjelang pertandingan sangat berbeda dimana arsenal masih sibuk mendapatkan pemain yang menurut mereka tepat dan tekanan fans terhadap kedatangan pemain baru cukup tinggi jadi mungkin sedikit banyak memecah konsentrasi tim,lalu di kubu tottenham mereka telah cukup puas dengan transfer mereka dan beberapa pemain baru telah memperlihatkan aksinya di beberapa pertandingan terkahir,namun stabilitas tim dan belum jelasnya transfer gareth bale ke real madrid cukup mempengaruhi performa mereka,lalu penampilan mereka di laga laga sebelumnya juga kurang mengesankan dimana mereka selalu menang tipis dan sepertinya selalu bertumpu pada seorang soldado yang selalu diharapkan gol golnya untuk membawa tottenham meraih kemenangan. jadi bukan tidak mungkin tottenham dilaga nanti akan kembali bergantung pada soldado,mungkin nanti akan ada adu tajam antara giroud atau soldado,dan pertarungan sengit di lini tengah akan semakin menarik dimana gelandang arsenal yang posturnya lebih kecil akan ditantang berduel dengan gelandang spurs yang besar. COYG !

    Like

  6. Lihat video “Flamini is bulldog” diatas kok semacam melihat aksi seorang Gennaro Gattuso tapi skillnya lebih bagus dan punya speed😀
    Flamini bermain seolah tidak pernah merasakan cedera, tebas dan tackle berani. Arsenal saat ini memang butuh pemain bertipe berani macam ini. Perekrutan kembali yang cerdas dari Wenger🙂

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s