Fenerbahce 0 – 3 Football Corporate that Everybody Hopes to Lose

23.15

Alan tersenyum memandang monitor komputernya yang menyala menantang. Ia tak berhenti terkekeh ketika membaca preview pertandingan antara Arsenal melawan Fenerbahce yang akan berlangsung beberapa jam lagi. “This could get really ugly for them,” katanya dalam hati.

Alan seorang mahasiswa semester akhir di sebuah universitas swasta di Jakarta. Menggemari Chelsea sejak 2004 dan menganggap sosok Mourinho sebagai nabi. Alan bersama beberapa kawannya yang juga pendukung Chelsea selalu menganggap Arsenal adalah klub London ningrat.

Fans Arsenal yang mereka kenal selalu membanggakan financial sustainability klub mereka. Bagaimana Arsenal berhasil membangun stadion megah tanpa bantuan siraman fulus saudagar dari timur, cara mereka memoles bakat-bakat kasar Eropa dan tentu saja, Gooners memiliki tradisi kesepakbolaan lebih lama ketimbang Chelsea.

Alan selalu yakin bahwa belanja gila-gilaan di bursa transfer dapat menjamin prestasi klub sepakbola. Lihat saja Chelsea: berkali-kali mengganti pelatih selepas perginya Sayyidihi Mourinho, tak membuat klub pujaannya terpuruk — seperti yang fans Arsenal harapkan. Bukan hanya berhasil menjadi klub London pertama yang menjuarai Liga Champions, tapi juga klub Eropa pertama yang mampu meraih trofi Liga Eropa setelah sebelumnya menggapai trofi si kuping besar.

Alan dengan takzim menyadari bahwa keputusannya memilih Chelsea sebagai klub untuk disembah sebagai pilihan tepat. Sepakbola modern ya dijalankan seperti ini!

00.15

Alan tak habis pikir bagaimana di linimasa Twitter teman-teman Goonersnya bisa begitu yakin Arsenal bisa menang melawan Fenerbahce.

  1. Moral Arsenal habis jatuh setelah kalah 1-3 dari Aston Villa di kandangnya sendiri. Iya! Stadion yang mereka bangga-banggakan itu. Di sisi lain semua klub top EPL mendapat kemenangan di partai pembuka,
  2. Skuat mereka jelek. Bagaimana mungkin Wenger masih saja percaya pada Ramsey? Ramsey bisa bermain bagus karena didampingi Arteta. Gooners selalu berkilah bahwa kecupuan Ramsey adalah akibat cedera panjang yang dia alami dulu. Heloo, cederanya tahun berapa, yah? Masih saja dijadikan alasan. Wilshere? Cih. Overrated. Masih lebih bagus Marko Marin kemana-mana. Jika Marin saja tidak sanggup menembus skuat utama The Blues, apalagi Wilshere jika bermain di Chelsea?
  3. Mereka main di kandang Fenerbahce dan klub tersebut terkenal memiliki ultras yang gila-gilaan. Sudah pasti mental Arsenal tambah lemah,
  4. Fenerbahce punya Dirk Kuyt dan Raul Meireles — keduanya tahu bagaimana meremukkan anak-anak Arsenal
  5. Mereka juga jago dalam memanfaatkan bola-bola mati. Sesuatu yang jadi kelemahan terbesar Arsenal selain antisipasi serangan balik.

Jika kamu, para pembaca, masih tak habis pikir mengapa bisa sedemikian inginnya Alan agar Arsenal kalah, ini alasannya:

  1. Agar Gooners sadar, Arsenal adalah klub semenjana,
  2. Alan ingin melakukan lelucon terbesarnya nanti di Twitter jika Arsenal gagal lolos ke fase grup UCL; dengan membuat meme sekeren mungkin bermodal foto selebrasi spot keempat Arsenal paska menang atas Newcastle,
  3. It’s just because, Arsenal adalah bahan guyonan terseksi saat ini. Wenger, salah satu tokoh tervokal dalam menentang kebijakan transfer Chelsea, harus sesegera mungkin minggat dari jagat EPL,
  4. Alan adalah seorang penulis sepakbola lepas yang gemar menggunakan eufimisme dan analogi (yang menurut dia lucu) di tiap artikelnya. Alhamdulillah, formula tersebut manjur. Followernya di Twitter sudah melewati angka 4000. Kekalahan Arsenal, klub yang paling ia benci, akan makin membuatnya semangat dalam menulis.

Di depan Alan sudah terpampang kopi susu jahe, pisang rebus dan Blackberry dengan cadangan baterai dan kuota internet dalam kondisi prima. Raut dingin Abramovich terpampang sebagai wallpaper Blackberry-nya yang kerap ia ciumi kala Chelsea berhasil mencetak gol.

“Halo, fans Arsenal. Siap-siap memaki artikel saya besok. Semakin dimaki maka semakin menambah kepopuleran saya sebagai penulis sepakbola kawakan,” kata Alan sambil mengelus-elus hidung.

Menjelang kick-off pikiran liar Alan berkelana mencari referensi produk budaya pop (musik, film, novel hingga tren terkini) sebagai bahan menganalogikan teori-teori jeniusnya untuk dipakai di artikel nanti. Ia juga sudah mendapatkan beberapa judul untuk artikel tersebut. Diantaranya:

‘Arsenal Terpaksa Menyesali Selebrasi di St. James Park Musim Lalu’

‘Komedi Awal Musim: Berharap Menang di Kandang Fenerbahce Setelah Dibantai Aston Villa’

‘Fenerbahce – Arsenal: Wenger Harus Meninggalkan Jabatannya’

‘Arsenal Bisa Lebih Fokus dalam Mengejar Trofi Empat Besar’

‘Selamat Menikmati Liga Eropa, Arsenal’

Entah yang mana yang akan ia gunakan. Beberapa hal bisa menginspirasinya nanti. Semua tergantung pada bagaimana laga ini berlangsung. Apa akan ada lagi pemain Arsenal yang terkapar seperti halnya Chamberlain di laga versus Aston Villa? Alan akan sangat senang jika itu yang terjadi pada Wilshere. Ia teramat dongkol pada cara pers Inggris memuja permainan Wilshere bersama timnas.

1.30

TV sudah dinyalakan. Nampak bung Kus dan Donna Agnesia di layar kaca memandu pemirsa. “Analisa dangkal macam ini kok masih saja dilakukan,” kata Alan tiap kedua komentator mengulas kedua tim.

Kick-off disepak. Arsenal terpaksa mengenakan celana biru (away) karena ternyata penyelenggara pertandingan menginstruksikan Arsenal untuk memakai kostum kandang sementara mereka hanya siap memakai kaosnya saja. Maka mereka pun memakai celana away (biru gelap) dan kostum home (merah putih) yang terlihat tak sesuai. “Ini pertanda,” batin Alan.

Seperti yang ia perkirakan, Arsenal — meski mendominasi penguasaan bola — tetap tak mampu membuat peluang yang mereka punya menjadi gol. Giroud terlal sibuk beradu mulut dengan Bekir. Walcott, ketika menguasai bola, selalu terlihat terlalu lama berpikir, ‘akan saya apakan ini bola? Oper sajalah.. Eh tunggu dulu. Gocek dikit boleh lah.. Yah kerebut’.

Alan terkekeh geli ketika Cazorla berada satu meter di depan kotak penalti, alih-alih mengoper bola untuk Sagna yang telah memberi isyarat minta dioper, ia malah menendang bola tersebut yang akhirnya membentur bek Fenerbahce. Terlihat di layar TV adu mulut antara Sagna dan Cazorla.

“Jika Cazorla sudah bermain seburuk itu, kekalahan mereka hanya tinggal menunggu waktu,” gumam Alan sambil menguap.

Apalagi duet Ramsey-Wilshere yang seakan tak juga sadar kesalahan mereka di pertandingan lawan Fulham lalu. Keduanya kini malah bergantian menyerang dan terkadang keduanya ikut maju merengsek ke dalam kotak penalti sehingga mutlak membuat jarak antara barisan pertahanan dengan pemain tengah terbuka lebar. Sangat lebar. Usaha dua bek tengah tentu saja dengan turut naik ke atas. Apa sih, yang mereka harapkan dari pemain lambat, tinggi tapi kikuk, seperti Mertesacker? Memainkan garis pertahanan tinggi dengan pemain macam dia hanya akan membuat Kuyt dan Sow leluasa memorak porandakan Arsenal.

Bencana seakan tak mau pergi, di menit 33 Koscielny dibuat terkapar oleh Pierre Webo. Satu ramalan Alan terwujud, meski bukan Wilshere yang ditandu keluar lapangan, Arsenal hanya membawa 2 bek tengah karena Vermaelen sedang cedera. Carl Jenkinson masuk menggantikan Koscielny dan Wenger kembali menggeser Sagna ke posisi yang ditinggalkan rekan timnasnya itu.

Arsenal, oh Arsenal.

Babak pertama belum kelar dan kopinya baru tandas seperempat, tapi Alan memutuskan untuk tidur. Saking sibuknya mengurusi tim orang lain ia malah lupa bahwa Chelsea juga bermain malam itu.

***

Belum puas mengucek mata, Alan terkesiap saat mendapati bahwa Arsenal mampu menaklukkan Fenerbahce semalam. Di saat dia benar-benar yakin, minimal hasil imbang yang akan mereka alami.

Rasa kagetnya semakin bertambah saat membaca bahwa man of the match pertandingan itu adalah Aaron Ramsey; berkat sebuah gol dan second assistnya untuk gol Kieran Gibbs. Gol pertama dari kaki sontekan Gibbs itu pun terlihat istimewa. Ramsey yang mulanya mondar-mandir balik sana-balik sini di depan kotak penalti Fenerbahce bisa begitu jeli mengirim umpan terobosan untuk Walcott, yang kemudian ia teruskan untuk Gibbs.

Alan, saat membaca laporan pertandingan mendapati komentar paska pertandingan Gibbs yang mendedikasikan kemenangan untuk Wenger dan para suporter.

He (the manager) believes in us and we believe in him, so we felt we had a point to prove to him and the fans.

Alan akhirnya menghapus beberapa tweet yang sudah ia jadikan draft di Blackberry-nya. Dua diantaranya: ‘haha, Arsenal kalah lagi? gue nyesel harus ketiduran semalem. tapi emang mainnya ngebetein, sih. Gimana dong? #huftbanged’, dan ‘I feel sorry for you Gooners for the disappointment. Gue yakin foto selebrasi spot #ucl udah diapus dari hd pc/hp? #canthelp’

Siang kemarin bertemu dengannya (sehingga tulisan ini harus tertunda). Saya langsung pasang senyum lebar guna menambah rasa dongkol di mukanya yang memang sudah tak enak. Air mukanya keruh. Kalimat pertama yang ia ucapkan. “iye iye, gue tau.”

Dengan panjang lebar, riang dan gembira saya menjabarkan bagaimana efektifnya trio Wilshere-Ramsey-Rosicky di pertandingan ini. Rosicky boleh bertubuh mungil. Tapi ia tak segan menekel lawan untuk membantu Ramsey dan Wilshere. Lagipula, Rosicky sudah paham di luar kepala tentang bagaimana menjalankan skema permainan seperti ini. Ia bagian integral di tim 2007-08 yang juga menempatkan tiga gelandang tengah.

Wilshere memang kerap melakukan tusukan tanpa bola, tambah saya, tapi hal ini ia lakukan untuk menarik perhatian bek-bek Fenerbahce supaya barisan pertahanan mereka menjadi longgar. Torehan dribel sukses Wilshere pun istimewa: 8 kali.

Hingga akhirnya tiba bagi saya menjelaskan efektifitas permainan Ramsey, Alan semakin intens melengoskan muka. Saya jabarkan padanya tentang catatan impresif Ramsey di dua pertandingan awal musim ini. Saya tekankan juga bahwa Wenger, sudah pasti mewanti-wanti pada Ramsey dan Wilshere untuk menjaga awareness dan rasa saling memahami antara keduanya.

Cukup lama saya berbincang dengan Alan (meski saya pikir bukan perbincangan namanya jika faktanya pembicaraan lebih banyak saya dominasi). Sebagai suporter alakadarnya, di pertemuan ini saya tandaskan,

“Lo gak nulis laporan pertandingan ini? Gue liat belum ada tuh ‘penulis’ lokal yang jeli mengupas prestasi Arsenal menurunkan semua pemain British core-nya. Jangan lupa, selain logat cockney-nya tak kalah kental, Szczesny — yang di akhir laga membuat dua penyelamatan gemilang — berstatus homegrown player. Kalo menurut gue, sih, Lan: ujian sesungguhnya bagi Arsenal ya nanti malam saat bertandang ke markas Fulham. Tapi semoga tim gue bisa mengulang dedikasi dan determinasi permainan versi versus Fenerbahce.”

Trivia of the Day

  • Internet baru saja berumur 22 tahun
  • Sebelum menjadi ikon gadis girlie penyuka musik obscured di 500 Days of Summer dan Yes Man, Zooey Deschannel pernah membintangi videoklip She’s Got Issue milik grup punkrock The Offspring
  • 1.9 jam per hari adalah rata-rata waktu yang diperlukan bagi jerapah untuk tidur
  • ‘Utas’ adalah padanan kata bahasa Indonesia untuk ‘thread’. Contoh penggunaan: “Utas AKFC Kaskus sedang ramai, nih”

Song of the Day

This song, like that Aaron Ramsey’s glorious pass to Theo Walcott, will make you shiver.

Saran penyajian: dengarkan dengan volume maksimal.

* tulisan ini adalah respon atas maraknya penulisan artikel sepakbola dengan menggunakan bumbu sarkastik. Memang sekilas terlihat mudah (untuk menulis menggunakan gaya itu), pula dapat mendongkrak lalulintas website, tapi jika wawasan anda tak seberapa, kebanyakan artikel yang anda tulis hanya menjadi opini subyektif. Lalu apa bedanya dengan tulisan ‘renyah’ teenlit?

13 thoughts on “Fenerbahce 0 – 3 Football Corporate that Everybody Hopes to Lose

      1. Terus terang gw jg gw tau gmn nge rekam podcast haha. Tapi kalau liat podcast nya bergkampwonderland, spertinya mereka on air bersamaan. Cmn gmn cara nya bs bikin gitu gw ga tau. Coba gw research dulu nanti ane kabarin lagi. Yg pasti, host nya indocannon aja ya?

        Like

  1. “and the normal ones will go to sleep happy, wake up go to work, (then) come home to their kids and smile!” -G.Neville-

    So, I do. Berharap seperti ini hingga akhir musim nanti.

    Like

  2. Yah beginilah fans Arsenal, terlalu sibuk membicarakan 1 kemenangan besar – seperti kemenangan di Allianz Arena musim lalu – tanpa sadar timnya semakin lama semakin tenggelam kedalam lautan medioker.

    Like

  3. Heran, temen gw jg ada tuh fans celshit, kayaknya seneng bgt klo liat Arsenal kalah / gagal. Gw tau si, basicnya mau sok2 nguasain London. Sialan itu adalah anjing berotak keledai!!!

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s