Keluhan @ShareArsenal Tentang #WOB dan #AKB yang Gemar Mengeluh

Baru beberapa minggu lalu kita dibuat gembira oleh kedatangan Arsenal ke Indonesia. Bernyanyi dan meneriakkan yel-yel untuk tim kesayangan yang belasan (atau ada yang hingga puluhan?) tahun hanya bisa kita saksikan di layar televisi. Kepastian spot UCL, rentetan hasil positif pra musim, hingga bugarnya Jack Wilshere membuat kita optimis memandang musim kompetisi baru.
Arsene Wenger mengulangi apa yang Alex Ferguson lakukan puluhan tahun lalu — saat pria Skotlandia tersebut berhasil menjuarai Liga Inggris musim 1995-96. Yap, keduanya ngotot untuk tak menambal skuat yang sama-sama keropos. Fergie menjual tiga pemain seniornya, Paul Ince, Mark Hughes dan Andrei Kanchelskis tanpa merekrut pengganti sepadan.
Ajaibnya, saat itu United juga dikalahkan Aston Villa 3-1 di pertandingan pertama Premiership. Sejarah akhirnya berkata manis bahwa skuat ‘You Can’t Win Anything with Kids’ United saat itu dengan gemilang berhasil meraih gelar ganda Premiership dan Piala FA.
Ehm, saya terdengar konyol jika berharap Arsenal akan mengulangi prestasi serupa. Sedikit asa masih saya pelihara: Arsene hanya membeli 2 pemain tambahan, lantas secara ajaib mampu mengulang prestasi Fergie tadi.
Ajaib karena situasi sepakbola 17 tahun silam telah begitu berbeda. Wenger di ujung tanduk, itu sebuah fakta. Sulit rasanya jika kelak harus menerima kenyataan bahwa kiprah Wenger akan berakhir dengan cara seperti ini. 
Tulisan dengan gaya santai  ini akan sedikit kontroversial. Ditulis oleh akun anonim @ShareArsenal yang terkenal dengan kicauannya yang konyol, jenaka dan blak-blakan. 

Oleh: ShareArsenal

Not a great day huh?

Terhitung hampir genap 3 hari pasca kekalahan menyakitkan atas Aston Villa di Emirates. Seolah tidak tercambuk, Arsenal sama sekali belum memperlihatkan usahanya untuk mempemperbaiki diri. Atau memang sebenernya sudah, cuma kita tidak menyadarinya? Entahlah. Gak terhitung banyaknya jumlah keluhan fans baik di sosial media ataupun wadah lainnya terkait minimnya aktifitas Arsenal di bursa transfer, mungkin jumlah ketombe di rambut gua udah kalah jauh ini.

Agak aneh memang Arsenal di bursa transfer kali ini. 2 months passed, in a healthy financial condition, have spoked that we have almost unlimited resources to buy anyone, so whats then? We only signed that goddamn young frenchman just for free?!?!?!?!?!

SPEND SOME FUCKING MONEY.

stahp, lupakan itu. Bursa transfer belum tutup, terlalu cepat untuk bicara banyak. lagipula apa salahnya Opa Arsene lebih memilih telat untuk berbelanja, toh Mikel Arteta dan Per Mertesacker merupakan pemain yang dibeli di penghujung bursa transfer. Dia punya caranya sendiri, lagipula yang dia lakuin kan demi kebaikan Arsenal juga. Tak apalah, tak apalah. Kita turunkan ego kita sejenak, manajer tau yang terbaik untuk klub.

Fail. they forget how our 2012 summer going.

Ternyata kondisi seperti ini dimanfaatkan dengan baik oleh sekelompok fans yang sedang membutuhkan simpatisan.

Black Scarf Movement, atau BSM. Andai mereka itu sekelompok fangirl, sepertinya mereka hanya akan berkata kata seperti ini

“omg. omg. Arsenal not buying anyone” “so whats then? as long as giroud still in the club i will support Arsenal. he is very very handsome. agh i can die now. *die* “.

Tapi sayang sekali, mereka bukan fangirl. Tinggal menunggu waktu saja hingga mereka kembali beraksi. Yang terbaru, mereka pamer kalau mereka sudah mengirimkan surat ke Ivan Gazidis tentang keluhan mereka. Yang membingungkan, kenapa mereka harus pamer dengan memasangnya dihalaman website mereka isi suratnya? Apakah agar orang orang tahu mereka sudah beraksi? Apakah mereka berniat menarik simpatisan? apakah mereka punya agenda tersembunyi? ah sudahlah.

Sebenarnya gak masalah sih mereka protes seperti itu. Tapi ketika kondisi klub sedang seperti ini, bukannya hal seperti itu hanya memperkeruh keadaan? Sebenarnya perlu gak sih kita menyuruh Wenger untuk pergi sekarang? Meninggalkan apa yang ia mulai (re: puasa gelar) tanpa membiarkan ia menyelesaikannya? Sudahlah, biarkan ia menikmati tahun terakhirnya di Arsenal. Toh kalau board memberinya kontrak baru padahal ia terus melanjutkan puasa gelar, fans di london sana tidak akan diam saja.

Gua yakin 100%.

Lah, gak percaya kalo banyak juga fans Arsenal di Inggris sana yang pengen Wenger out? Yah, meskipun mayoritas diisi sama yang muda muda, namanya juga anak muda. Kalo diliat liat WOB mirip kaya Skulls-nya East Tokyo United di cerita komik Giant Killing. Okey, saya ga akan membahas lebih dalam bagaimana WOB dan kawan kawannya, toh yang mereka inginkan kan Arsenal kembali jaya. Ga ada salahnya bukan, siapa coba yang gamau liat Arsenal-nya kembali jaya.

Transcript press confrence Arsene kemarin

Kambing tambah sapi, kebo. Ada apa apa sedikit, heboh.

“Eh lu fans layar kaca diem aje dah, kalo gasuka sama Arsenal pindah aja sono dukung tim City”

“Fans di london sana aja udah #WengerOut masa kita enggak”

“Alah karbit lu ah”

dan kata kata provokasi lainnya.

Begitulah realita fans Arsenal di Indonesia sekarang. Bukan maksut generalisasi tapi kenyataannya memang banyak yang seperti itu. Apa apa sedikit debat. Ada berita sedikit debat. Kalah dikit debat. Salah dikit debat. Gagal beli dikit debat.

Hamil dikit debat.

“Eh masa Alan Pardew nolak tawaran Arsenal”

“Ah Wenger bego nih, tinggal bid gede dikit pelit amat”

“Yeh, si Alan Pardewnya aja bego. Dikasih harga segitu, minta lebih. Ibarat dikasih hati minta jantung”

… dan kemudian debat lagi ampe panjang.

Ayolah, ga seharusnya kan kita begini. Okelah kalian mau protes, mau Arsenal jadi lebih baik. Tapi gaharus gini juga kan, lama lama fans Arsenal bisa kebelah, kan gaenak kalo diliat yang lain.

“Eh liat tuh ada fans Arsenal, ngomong ngomong dia fans Arsenal yang WOB apa AKB?”.

Please, ga banget kalo kaya gitu. Masa fans Arsenal kaya begini. Udahlah, hentiin aja debat debat melelahkan ini. Hargai pendapat satu sama lain. Kalo bisa kata-kata yang berujung ke provokasi mendingan gausah dikeluarin. Kita ini satu, Gooner Family. Kan Victory Trough Harmony, yekan yekan?

Udah ah, capek. Oiya, kayaknya kurang afdol kalo menutup artikel tanpa masukin quote buat direnungi. ini aja dah.

I’ve got a feeling PL clubs might end up purchasing second rate players at first rate prices more than ever! Don’t do it- stick the kids in! – Gary Neville

Debat mulu, gak aus?

One thought on “Keluhan @ShareArsenal Tentang #WOB dan #AKB yang Gemar Mengeluh

  1. Makanya mending kita bawa ke podcast ajjaaa….

    Anyway, gw juga udah baca surat BSM ke Gazidis itu. Gw sempat mengira BSM adalah WoB. Bahkan gw sempet ngira mereka itu protes2 dan melakukan twit berbayar yang di funded sm Alisher Usmanov utk ngejatohin rezim Kroenke.

    Tapi si Highbury Harold itu kan udah confirm di podcast goonersphere barengan gooner gimli, geoff, FK, kalau BSM itu tidak memposisikan gerakannya sbg WoB ataupun AKB. “We are in the middle” katanya. Jd as long as kritik mereka itu seimbang, gw support. Harus ada yg melakukan check and balance. Gw tahu AW itu adl manusia paling berjasa bagi arsenal. Sekali lagi gw blg, he has my highest respect. Thats why, gw merasa WoB yg abusive itu kurang ajar. Tapi bukan berarti semua yg dilakukannya bisa goes unchallenged. Apalagi kalau indikasi yang ditimbulkannya mengarah pada penurunan kinerja klub. 9 tahun gw rasa adalah waktu yg sesuai utk someone starts sending letters ke board dan manager.

    Gw pribadi tidak mengasosiasikan diri gw sbg WoB ataupun Akb. Posisi gw adalah CAA – club above all. Klub diatas segala2nya. Tanpa AFC kita ini hanya paguyuban tanpa jati diri. Telor dulu atau ayam dulu? Yg pasti klub lahir dulu baru bermunculan deh fanatik2 yg mendukungnya.

    Tidak ada yg salah bagi seorang fans yg ingin melihat klub nya mengangkat piala. Thats why gw ga pernah merasa sok lebih fanatik dr fans madrid atau barca di tanah air atau fans klub lain yg dianggap sbg glory hunter. Definisi glory hunter bagi gw adl org yg ga bs terima ketika klub nya sedang down lalu meninggalkannya tanpa berusaha utk memperbaiki atau pny niatan membuat klub nya menjadi baik dgn cara apapun.

    Menurut gw 17 tahun adl waktu yg cukup lama. Dan torehan piala2 yg diraih AW tdk membuatnya memiliki status quo. Even dia sendiri sadar akan hal itu gw rasa. Gw percaya dia tdk akan melakukan sesuatu yg akn merusak klub ini. 17 years of marriage is enough to make you feel a deep love towards someone or something. Kadang2 gw juga ga setuju dgn AKB yg menganggap kalau AW bebas ngapain aja. Man come on, kita aja kadang suka khilaf! Manusia perlu diingetin, dia bukan dewa yang turun dari surga. Dia hanyalah sosok ayah buat gw yang usianya bertambah tua (63 tahun), fisiknya makin lemah, tenaganya berkurang dan mungkin yang dia pengen lakuin hanyalah menikmati hari tua sm istrinya. Pernah mikir itu ga sih? Atau ego kita tll besar sehingga menutupi hati kita? Dia sll blg kalau dia cinta bgt sm strasbourg. Let the man enjoy his life far from media and journo shites. Gw udah muak dgr dia dijadiin bahan lelucon “Mr X has won more trophies than AW in 9 years”. I say go to hell to whoever use that joke.

    Saat ini dugaan gw atas apa yg terjadi di balik layar adalah:
    1. Knp dia ga spend big adl krn ingin mewariskan amunisi bagi successor berikutnya supaya siap menghadapi FFP dan membawa afc lepas landas tanpa perlu sugar daddy.

    2. Bisa jadi dia kerjasama sm david dein utk ngejatuhin rezim kroenke dgn membuat mereka terlihat buruk krn udah 9 tahun tanpa gelar. (Ini conspiracy theory yg agak desperate sih)

    3. Gw yakin kalau ini musim terakhirnya. Atau setidaknya gw harap begitu krn cinta yg dulu kita rasakan mulai dikalahkan dgn kebencian. Dan gw sedih bgt akan hal itu. Makanya gw harep dia keluar disaat yg tepat.

    Kira2 gitu. Anjrot gw bikin blog sendiri nih jadinya… sorry bro… gw cuman nyampein pikiran gw dan ga ada mksd berdebat so apapun balesan atas tulisan gw ini ga akn gw timpalin lagi. Gw cmn manusia dan gw pasti bisa salah. Seperti halnya manusia lain. Tp ga berarti kita ga bs ngingetin satu sm lain kan?

    #bringbackDavidDein

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s