Kiprah Pra-Musim Arsenal Bisa Menjaga Angin Positif

Selamat siang kawan-kawan! Tanpa terasa jeda tiga bulan musim kompetisi akan berakhir beberapa jam lagi. Indocannon mendapat kesempatan istimewa dengan dua artikel tamu terbaru yang mengisi ketak-siapan kami untuk menyuguhkan artikel per hari. Untuk saat ini saya berpendapat bahwa kualitas mengalahkan kuantitas. Untuk apa mengisi website dengan puluhan artikel per hari jika artikel-artikel tersebut tak berbobot, atau lebih parah, mencomot dari website asing?
Tulisan tamu pertama dalam menyambut musim baru ini berasal dari Ryandika Bestari, Gooners asal Tangerang yang sehari-hari berprofesi sebagai mahasiswa. Ia juga salah satu admin di akun Twitter fanbase Arsenal yang menyajikan informasi terkini seputar klub.
Kepadanya waktu dan tempat saya persilakan.

Oleh: Ryandika Bestari

Jutaan pasang mata fans sepakbola akan menjadi saksi bagaimana kembalinya di gelar Liga Inggris saat mereka semua melihat laga Arsenal v Aston Villa pada tanggal 17 Agustus 2013 di Indosiar pukul 21.00 WIB. Mereka yang menyatakan dirinya sebagai fans Arsenal didalam dirinya menyatakan dalam hati menginginkan perubahan dari tim kesayangan sesambilnya memakan cemilan bekas lebaran di depan layar kaca, lalu bagaimana dengan fans lain? tentu berharap Arsenal tidak menang sambil terus mengolok temannya sendiri di dunia media sosial. Hal yang biasa……..

Pra musim

Tidak ada yang paling menyenangkan saat kita semua berhasil menyaksikan tim kesayangan kita berlaga di GBK walaupun harus miris melihat tim nasional sendiri dibabat habis 7 gol tanpa balas. Tetapi kesenangan itu terasa sirna ketika melihat Arsenal tidak mendapatkan kemenangan satupun di Emirates Cup yang digelar di rumah sendiri, walaupun sempat terobati dengan tim yang seadanya berhasil mempecundangi Manchester City di Finlandia dengan skor 3-1.

Gesekan antara fans Arsenal pun kembali terjadi, kampanye mengingat pemilu 2014 dimana kontrak Arsene Wenger akan habis menjadi penyebabnya. Tak kunjung mendapatkan trofi baik di ranah domestik maupun eropa menyebabkan “Si Pembenci Wenger” membuat kampanye baik di dunia maya dengan hashtag #WengerOut ataupun Banner yang cukup sering dilihat “Thanks for ……..” untuk Wenger untuk di kudeta secepat-cepatnya. Tidak kalah dengan kelompok yang tadi, “Si Penyuka Wenger” juga melakukan kampanye agar tetap percaya pada pria Perancis itu karena ia akan membawakan keajaiban dengan datangnya Trofi tanpa membeli pemain sekalipun.

Ironis……

Kembali ke masalah pra musim. Satu lagi yang menjadi titk entah titik terang ataupun titik buram saat ini adalah Gedion Zelalem. Bak malaikat berbadan iblis, Zelalem yang baru muncul dan bermain dengan bagus saat laga pra musim menjadikan para fans Arsenal mengagungkan namanya.

Yaps, pemain berumur 16 tahun cukup mengingatkan mantan kapten Arsenal bernomor punggung 4 yang menimba ilmu sejak dini di Arsenal lalu pergi. Tetapi di sisi lain, pemain yang tumbuh sejak kecil di Amerika dan memilih untuk membela Jerman ini akan menjadi beban yang berat karena sekarang mempunyai nama kecil tersendiri “The Next Fabregas”. Beban dari sebuah nama kecil itu tidak perlu di jelaskan lagi secara panjang, lihat saja bagaimana nasib Fran Merida.

Bagaimana dengan Merida? bermain dimana ia sekarang? bukankah ia dulu mempunyai nama kecil itu?  lalu apa yang akan terjadi dengan Zelalem nantinya? Titik terang atau buram?

Sudah kembali siap untuk Aston Villa atau siap hanya di ajang Pra musim?

Menikmati suasana ba’da lebaran dengan diiringi gegap gempita 17 Agustusan tanpa memikirkan Mesir dalam suasana genting walaupun pernah membantu kemerdekaan Indonesia sudah sangat cukup. Mengapa mesir? Ada apa dengan mesir? Oh sebelum menjelaskan panjang lebar yang terjadi dengan Mesir dari saya karena anda bisa surfing sendiri ke dunia maya, alangkah baiknya kita memikirkan dulu bagaimana dengan Arsenal? Liat gambar dibawah ini yang diambil dari Daily Mail

 

Injury, Doubtful, injury, doubtful kalimat itu bisa saja terus berulang ulang di skuad Arsenal yang kurang dalam ini. Jeda internasional juga menjadi salah satu penyebabny. Pusing yang dibarengi muntaber akan terjadi jika anda memikirkan terus berulang ulang yang akan terjadi akhir pekan ini.

Duel ulangan yang cukup dinanti–nanti sepertinya akan terjadi di laga Arsenal v aston Villa nanti. Mengingat saat Koscielny dan Sagna yang bermain penuh 90 menit bersama Perancis berhasil tidak memberi kesempatan Benteke yang bermain di menit 58 bersama Belgia pada jeda internasional. Tapi bagaimana nanti malam? Kelelahan kah Kos?

Benteke yang sekarang bukan sembarang nama di awal musim lalu, 19 goal di Liga Inggris pada debut musimnya di ranah Britania adalah buktinya. Belum lagi nama pemain baru milik Aston Villa seperti Jores Okore ,Leandro Bacuna, Aleksander Tonev ataupun Antonio Luna yang baru datang dari berbagai daratan Eropa yang ingin tampil baik untuk merebut starting line up Aston Villa.

Jika Arsenal di laga awal liga bermain seperti halnya persiapan laga pra musim, saya untuk kali ini tetap optimis 3 poin akan didapatkan, mengingat bagaimana pertemuan sebelumnya antara kedua tim cukup indah (12 kemenangan, 2 imbang dan 7 kali kalah di raih Arsenal dalam 19 laga terakhir di liga Inggris bertemu Aston Villa + Arsenal selalu mencetak minimal 2 goal dalam 3 laga terakhir saat berjumpa Aston Villa di kandang) .

Terutama lagi saya mengingat bagaimana saya masih percaya akan taktik serta motivasi sang profesor untuk para anak asuhanya, kepercayaan yang menetap dalam hati (disini kepercayaan saya berhasil menghapus ingatan saat 24 November lalu, dimana saat melawan Aston Villa disaat Arsenal ingin memecah kebuntuan akan gol, dimenit 86 Wenger memasukan seorang Coquelin menggantikan striker murni yang berwajah tampan, Olivier Giroud)

Pokoknya sekali lagi, Come on Arsenal !!

indocannon’s response

Belum adanya perekrutan baru jangan sampai membuat kita pesimis memandang laga perdana musim ini. Apalagi skuat saat ini telah begitu padu terkait kebersamaan yang telah mereka jalani di tur Asia kemarin. Cederanya Mikel Arteta, Tomas Vermaelen dan Nacho Monreal memang bisa menjadi sandungan, tapi kemenangan di laga perdana akan memantapkan langkah Arsenal musim ini.

Tiga poin akan menjadi modal bagi skuat untuk menatap laga playoff Liga Champions kontra Fenerbahce dengan percaya diri. Saya pribadi sangat antusias melihat proyeksi trio Jack WIlshere-Aaron Ramsey-Alex Chamberlain sebagai jantung lini tengah Arsenal. Apalagi trio Inggris Arsenal Wilshere-Chambo-Walcott baru saja menjalani pertandingan meyakinkan bersama timnas di laga versus Skotlandia. Sementara Didier Deschamps, pelatih Prancis, masih saja memercayakan Karim Benzema sebagai starter yang mengakibatkan mandulnya lini serang tim ayam jantan (rekor mandul Benzema untuk timnas bertambah panjang). Semoga Giroud terpacu untuk membuktikan tajinya dengan suguhan permainan level premium bersama Arsenal.

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s