Liverpool seperti pacar yang insecure dalam menghadapi situasi Suarez

” [He/she who] perceives the world as a threatening jungle and most human beings as dangerous and selfish; feels rejected and isolated person, anxious and hostile; is generally pessimistic and unhappy; shows signs of tension and conflict, tends to turn inward; is troubled by guilt-feelings, has one or another disturbance of self-esteem; tends to be neurotic; and is generally selfish and egocentric.” – Abraham Maslow

‘Cewelo insecure amat, sih,’ adalah sebuah ungkapan yang membuat kita familiar dengan sebuah karakteristik negatif seseorang. Sebenarnya apa sih definisi insecure itu? Saya sendiri kesulitan menemukan padanan katanya yang tepat dalam bahasa Indonesia.

Di laman Wikipedia, lebih lanjut dijelaskan orang yang mempunyai sifat insecure,

  1. lacks confidence in their own value, and one or more of their capabilities,
  2. lacks trust in themselves or others, or has fears that a present positive state is temporary, and will let them down and cause them loss or distress by “going wrong” in the future.

Jadi tidak hanya berlaku dalam kehidupan asmara saja. Saya pribadi sebal dengan perilaku demikian. Merepotkan. Mengumbar kemesraan secara berlebihan di ranah maya, adalah perilaku insecure. Menyerang suatu kelompok sebagai kelompok tak berkelas seperti yang Brendan Rodgers lakukan terhadap Arsenal, adalah perilaku insecure juga.

Motivasi Rodgers untuk berusaha sekuat mungkin agar tak kehilangan Suarez sangatlah bisa dimaklumi. Siapapun tak akan mau kehilangan pemain terbaik mereka ke klub rival, jika memang Liverpool masih pantas disebut rival Arsenal, terkait dalam empat musim terakhir Liverpool selalu berada di peringkat di bawah Arsenal di akhir liga.

Posisi Suarez kini sama seperti van Pers*e untuk Arsenal di musim 2011-12. Pemain yang di bahunya menumpuk harapan klub untuk menyelamatkan mereka tiap akhir pekan. Fans sepakbola seakan tak pernah belajar. Pernyataan sepihak yang van Pers*e tulis di website bahwa dia takkan memerpanjang kontrak sebanding dengan pernyataan Suarez beberapa bulan silam.

“Olivier Giroud kami beli bukan untuk menggantikan van Pers*e,” begitu klaim klub saat Arsenal meresmikan pembelian Giroud musim lalu. Lihat kini Liverpool, mereka baru saja merekrut dua striker dan dikabarkan melirik satu striker lagi (Diego Costa). Mau berkelit apa lagi?

Van Pers*e yang saat itu berada di puncak karir sama halnya dengan ambisi pemain sekelas Suarez untuk bermain di ajang bergengsi Eropa. Arsenal dirasa sulit untuk memenuhi ambisi Rv* seperti halnya Liverpool yang mustahil mewujudkan gairah Suarez. It is written all over our faces.

Lalu mengapa Rodgers menyebut Arsenal tak mempunyai kelas?

Rodgers meninggalkan Swansea di saat masih menyisakan kontrak sebelum bergabung ke Liverpool. Swansea adalah klub yang berjasa bagi karirnya karena sebelumnya ia dipecat Reading (hanya sanggup menukangi tim tersebut 6 bulan) dan Swansea menilai ia sebagai sosok tepat sebagai pelatih. Nyatanya bukan hanya meninggalkan klub yang mengangkat karirnya, ia juga menggembosi klub tersebut dengan merekrut salah satu pemain kuncinya, Joe Allen.

Rodgers dan pihak Liverpool berkali-kali berbicara ke media terkait situasi Arsenal yang sedang mengincar Suarez — sementara dari kubu Arsenal, dari pelatih hingga pemain tidak seterbuka itu dalam mengomentari drama Suarez. Dengan menulis ‘pihak Liverpool’, disini adalah pelatih, pemain, legenda klub (Graham Souness dkk) hingga fan mereka yang kebetulan berprofesi sebagai jurnalis.

Untuk menyimak bagaimana kronologi drama transfer Suarez ini berjalan, situs ArsenalView dengan sangat cermat menjabarkannya disini. Anda bisa membaca komentar pihak Liverpool yang begitu frustasi sementara pihak Arsenal mencoba menutupinya serahasia mungkin demi menghormati pemain yang belum jadi milik mereka.

Mulanya Liverpool dengan tegas menyanggah akan melepas Suarez. Namun begitu Napoli menjual Edinson Cavani kepada PSG, serta merta melalui Rodgers mereka mengklaim bahwa harga jual Suarez setidaknya tak jauh beda dengan Cavani. Tidak konsisten. Lalu jika Madrid membanderol Bale seharga 100 juta, maka harga Suarez pun tak jauh dari angka tersebut? Berarti pernyataan mereka yang menolak menjual Suarez adalah bohong belaka. Terbukti dari cara mereka berusaha menarik keuntungan dengan membandingkan dua pemain lain.

Saat gosip ini beredar, Arsene Wenger bersama skuat inti sedang berada di Asia dan Wenger dengan tegas menyanggah Arsenal sedang memburu Suarez.

Itu adalah sebuah sikap respek terhadap klub lain. Kehilangan pemain penting selalu menyakitkan meski situasi tersebut, dalam sepakbola tak bisa kita hindari.

Pemain sama seperti pegawai. Sosok pemain seperti Steven Gerrard dan Carragher yang setia bersama satu klub adalah komoditi langka.

Seseorang, jika merasa yakin dengan kedalaman cinta pasangannya niscaya tidak akan berlaku berlebihan. SMS tak dibalas, marah-marah di Twitter. Ketahuan jalan bersama perempuan lain (yang ternyata rekan bisnis atau kawan kampus), langsung mengancam ingin putus. Jika memang tidak bisa dilanjutkan, benahi baik-baik.

Situasi Suarez, dengan cara pihak Liverpool menyikapinya akan menyakitkan hati para penggemar. Dan baru-baru ini dikabarkan bahwa Suarez tak bisa menyertai tur Liverpool karena cedera yang dia alami.

Jika mereka percaya itu adalah cedera sungguhan, sama saja seperti perilaku ABG yang merasa bahwa dengan semakin banyak mengumbar kemesraan di Twitter, semakin membuat hubungan mereka dengan pasangannya seawet bahtera cinta oom Sophan Sophiaan dan tante Widyawati.

6 thoughts on “Liverpool seperti pacar yang insecure dalam menghadapi situasi Suarez

  1. Apakah, jika release clause seorang pemain sudah diaktifkan, pemain tersebut dapat kontak dengan klub yang mengaktifkan release clause-nya?

    Like

  2. Hanya satu yang aku takutkan dari drama Suarez. Tiba-tiba Arsenal lagi-lagi ditelikung klub lain dalam meresmikan Suarez. Lihat bagaimana proses Higuain terjual Madrid, Napoli dengan kekuatan dana hasil penjualan Cavani seolah mudah saja menggaet Higuain dengan angka lebih tinggi. Dan karena Napoli juga berada di Liga Champions, maka Napoli tetap pilihan tepat bagi Pipita, meskipun ayah Higuain sempat berkata yang pada intinya mimpi anaknya bermain di Liga Inggris akan menjadi kenyataan (bersama Arsenal).

    Bagaimana jika Real Madrid tiba-tiba membajak Suarez? Atau mungkin ada klub lain yang punya potensi membajak transfer Suarez ke Arsenal? Suarez tentu tetap senang (bahkan mungkin lebih senang) jika jadi pemain Real Madrid.😀

    Mari berdoa bersama agar Suarez segera resmi menjadi pemain Arsenal.🙂

    Like

  3. Ciprian Marica. Nama tersebut dikaitkan akan direkrut Arsenal dengan status bebas transfer (free). Siapa Marica? bukan bukan.. itu bukan juri master chef Indonesia ( Chef Marinca ) :p

    Saat membaca kabar tersebut, saya langsung search aksinya di youtube. Tipikal striker yang mau kerja keras dan punya speed cukup baik. Namun saya bingung kenapa Marica yg juga merupakan striker timnas Rumania tersebut hanya mampu mencetak 3 gol bersama Schalke selama musim lalu. Angka statistik yang tentu sangat buruk bagi seorang striker. Atau jangan-jangan Marica adalah tipikal stiker pelayan (pemberi umpan) bukan goal getter? Saya jadi rindu sosok Dennis Bergkamp.😀

    Duet Marica-Giroud solusi alternatif Suarez-Giroud? Kalaupun Marica direkrut, saya pikir dia hanya akan menjadi pelapis Suarez-Giroud. Dan masih ada nama Yaya Sanogo. Kedalaman tim akan terjaga dan nyaman untuk dirotasi selama satu musim kompetisi.🙂

    Bendtner? Susah bener dah ini pemain “dibuang”. Gervinho tuh gag susah susah dijualnya. :p

    Like

    1. hey bung, coba cr di artikel2, suarez pernah bilang, awal2 tahun, meskipun livpool ga masuk champion, dia ttp stay, di awal thn juga dia perpanjang kontrak, lalu, ga pernah ada tuh berita suarez ketika awal musim lalu dia di janji bisa pindah klo musim ini ga msk champ. jd ngapain dia cape- cape blg gitu kalo bakal out nantinya? ngapaim cape2 perpanjang kontrak? dulu berkelakar mw tinggalin inggris karena mrasa ga d hormati? ngapain ke inggris lg nantinya? (arsenal). karena alasan itulah pihak liverpool berang, ditambah dengan harga 40.001.000 pounds yg d tawarin ke livpool oleh arsenal, are you joking? suarez sekelas messi bung, mangkanye si boss henry ngatain pihak arsenal lg nge fly… setidaknya, mnurut saya yg seorang kopites, 50 jt pounds oasti di pertimbangkan, entah itu madrid atau arsenal. skarang ini livpool lg nggu klub lain slain inggris buat ngebid, dan gw rasa, meskipun ga nyampe 50, ttp d trima livpool asal bukan sesama rival. so, think wisely friend.

      Like

      1. Di Liverpool mungkin banyak yang ngefly. Kya waktu beli Caroll 35juta£. Trus pas jual cuma 15juta £. Atau waktu bilang harga Suarez 50juta £. Klo di Arsenal satu-satunya yg ngefly cuma sponsor utama kita Fly Emirates. Semua hal di Arsenal dilakukan atas kesdaran penuh untuk bikin masa depan klub yang berkesinambungan. Bukan cuma tenggelam dalam nostalgia kejayaan klub. Suarez sekelas Messi? C’mon…it’s like comparing Diadora to Adidas. Dia keliatan bagus cuma karena ada di mid-table klub dan ga ada team mate lain yang sebagus dia aja kok.

        Like

      2. hey mas, coba cari diartikel-artikel, hampir semua pemain yang keluar dari tim sebelumnya pasti pernah ngomong bakal bertahan. cape-cape ngomong gitu? ga capelah, membuat pernyataan kaya gitu di media udah biasa buat seorang pemain bola profesional. cape-cape perpanjang kontrak? ga capelah, malah seneng gaji naik. kalau masalah pengen keluar dari Inggris, tapi malah (mengarah) ke Arsenal, itu hal yang sering terjadi (tergantung motif si pemainnya). cek deh Eden Hazard sebelum dipinang Chelsea, berapa kali dia bikin pernyataan membingungkan soal kepindahannya. 40.000.001 pounds kali ya? siapa yg bercanda? justru Suarez dihargai 40M sebelum Arsenal buat penawaran, bahkan itu disebut nilai release clause-nya. jadi siapa sebenernya yang nge-fly? Setidaknya, menurut saya yang seorang manusia biasa, mau Madrid, mau Arsenal, mau tim mana aja, itu haknya Suarez untuk mempertimbangkan masa depan karirnya. berharap Suarez bertahan dan bermain biasa lagi seperti sebelumnya itu sangat sulit diwujudkan dengan kondisi seperti sekarang ini. balik lagi, ini masalah internal Liverpool, mau jadi dilepas atau tidak, mau dilepas dengan harga dibawah atau diatas 50M, terserah mereka. so, think wisely friend.

        Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s