Arsenal’s Defending 2012-13 Season Review: Kenapa Arsenal butuh seorang bek tengah, anchor dan kiper

Oleh: Dimas Sudjendro

Higuain sudah akan dipastikan bermain di Emirates Cup, tetapi dengan mengenakan baju Napoli, bukan Arsenal. Kita telah kehilangan 1 pemain yang kita incar sejak musim lalu berakhir. Tetapi, salah satu sumber terpercaya di Twitter yaitu GeoffArsenal mengatakan jika Arsenal memang sudah mengganti fokus pembelian mereka ke diri Luis Suarez. Bercermin dari gelagat Napoli di bursa transfer musim ini, mereka sudah menghabiskan dana sebesar £74M untuk membeli Higuain, Callejon, Albiol, Mertens, Armero, Rafael, Calaio, Radosevic dan Reina.

Budget Napoli memang besar karena mereka ‘sukses’ menjual Cavani ke PSG dengan harga £55,4M. Bagaimana dengan Arsenal? Transfer budget kita saat musim berakhir kemarin dikabarkan berada di angka £70M, Arsenal Supporters Trust belakangan lewat juru bicaranya Tim Payton melansir bahwa jika dihitung dari masuknya dana dari sponsor, Arsenal mempunyai modal sebesar £100 juta.

Tipikal Arsenal.

Akhir-akhir ini Arsenal memang sedang gencar-gencarnya mengincar pemain yang beroperasi di depan. Kabar paling hangat ya transfer Luis Suarez dan playmaker Atletico Mineiro, Bernard. Keduanya dikabarkan “90%” akan bergabung dengan Arsenal. Namun ya itu hanya kabar, belum pasti terjadi. Tetapi ada hal yang terlupakan di benak kita, apakah hanya Suarez dan Bernard yang harus kita beli?

Porto-bound Bernard?
Porto-bound Bernard?

Musim lalu kita finish di urutan 4 dengan jumlah poin sebesar 73, menang 21, seri 10, dan kalah 7. Yang menjadi kejutan terbesar adalah Arsenal hanya kebobolan sebanyak 37 gol di 38 pertandingan — paling sedikit kedua setelah Manchester City (34). Dalam 10 pertandingan terakhir di EPL, Arsenal berhasil clean sheet sebanyak 5 kali, dan hanya kebobolan 5 gol.

Kita harus berterima kasih kepada duet Koscielny dan Per Mertesacker di belakang. Penampilan solid mereka setelah kalah dari Sp*rs dan menang dari Bayern Muenchen di Allianz Arena-lah yang membuat kita berhasil menduduki posisi 4 di akhir musim. Kita juga tidak boleh melupakan peran Steve Bould yang benar-benar krusial sejak menjadi seorang asisten pelatih.

Statistik posisi kebobolan Arsenal dalam 10 laga EPL terakhir via Squawka
Statistik posisi kebobolan Arsenal dalam 10 laga EPL terakhir via Squawka

Melihat penampilan cemerlang duet Per dan Kos di lini belakang, kita bisa sedikit bernapas lega karena akhirnya Arsenal menemukan duet bek yang tangguh. Namun bukan berarti Arsenal tidak boleh melupakan bagaimana pentingnya squad depth, apalagi untuk di sektor pertahanan.

Saya masih ingat ketika akhir tahun 2012 dan awal 2013, Arsenal tampil ‘amburadul’ ketika Gibbs mengalami cedera. Otomatis, kita hanya memiliki, errr… Andre Santos di bagian bek kiri. Bahkan Arsene Wenger sempat memasang Vermaelen sebagai bek kiri karena kehabisan stok. Selain untuk melapisi pemain yang cedera, kedalaman skuad juga penting untuk menjaga konsistensi tim. Pemain bisa saja bermain inkosisten, tetapi tim harus bermain konsisten, dan masalah inkonsistensi inilah yang membuat Arsenal gagal menjadi juara musim lalu. Berikut statistik menarik via Opta.

Tabel EPL jika dilihat dari tanggal 1 Februari
Statistik Tabel EPL jika tidak ada individual error

Dua visualisasi data diatas adalah bukti bahwa ketika Arsenal bisa tampil konsisten seperti saat akhir-akhir musim, kita bisa mendapatkan gelar EPL. Pertahanan Arsenal merupakan salah satu yang paling inkosisten sebelum bulan Februari. Kita hanya memiliki persentase kemenangan sebesar 48% sebelum Januari, dan 62% setelah Januari.

Mengapa?

Karena pertahanan kita banyak membuat kesalahan tidak penting. Dengan kata lain, inkosisten. Saat itu Arsenal masih menggunakan duet Vermaelen dan Koscielny di lini belakang. Kita tahu, penampilan Vermaelen tidaklah ciamik sejak dia mengenakan ban kapten. Kesalahan Vermaelen yang paling kita ingat pasti saat Arsenal kalah dari Manchester United di Old Trafford. Vermaelen yang gagal melakukan clearance membuat Robin van P***** mencetak gol ke gawang Szczesny.

Melihat statistik diatas, memang duet Vermaelen dan Koscielny memiliki persentase kemenangan paling besar. Tetapi, keduanya hanya bermain sebanyak 5 kali dan tidak pernah clean sheet. Sedangkan duet Vermaelen dan Mertesacker memang paling banyak tampil karena mereka berdua bermain sejak awal musim hingga bulan Januari. Namun, persentase kemenangan hanya 58.8% dan total kebobolan/game-nya sebanyak 1,12. Hampir 2x lebih banyak dari duet Mertesacker dan Koscielny yan hanya memiliki angka sebesar 0.6.

Masalah Arsenal tidak hanya ada di posisi bek, tetapi bagi saya Arsenal harus memiliki kiper yang berpengalaman. Beberapa waktu yang lalu saya sempat berdebat dengan teman saya, apakah Arsenal membutuhkan seorang kiper atau tidak. Teman saya berkata bahwa Szczezny harus menjadi kiper utama untuk pengalaman, tetapi saya mengatakan bahwa Arsenal harus membeli kiper yang berpengalaman dan memberikan kompetisi untuk Sczezny dan Fabianski. Saya masih tetap berada di pendirian tersebut, dan kompetisi akan mengeluarkan potensi yang ada di dalam diri pemain.

Di akhir musim lalu, Arsene Wenger sempat merotasi Szczezny dengan Fabianski. Penampilan Fabianski cukup efektif, meskipun hanya bermain di 4 laga EPL dan 1 laga menghadapi Bayern Munich. Penampilan paling mengesankan terlihat ketika Fabianski berhasil menjaga keperawanan gawangnya dari tim sekelas Bayern Munich di Allianz Arena. Tetapi laga-laga di EPL sesudah itu, dia tidak berhasil menjaga clean sheet 3 dari 4 laga yang dimainkan Arsenal. Sementara Szczezny berhasil menjaga 10 clean sheet dari 25 pertandingannya di EPL.

Perbandingan statistik kebobolan antara Szczezny dengan Fabianski via Squawka:

*****

Salah satu yang menjadi kelemahanan Szczezny adalah dia bukan kiper yang bisa melakukan command ketika adanya set piece. Saya selalu khawatir ketika Arsenal sedang diserang di posisi set piece, baik itu corner maupun freekick.

Ingat ketika kita kalah dari Chelsea di kandang di awal musim? Kedua gol berasal dari set piece. Szczezny juga lemah dalam hal menyuplai bola. Tendangannya kadang entah kemana atau tidak sampai ke depan. Berbeda dengan Szczezny, Fabianski cenderung memiliki command of area yang baik. Tetapi Fabianski lebih sering melakukan error dan reflek yang tidak cukup baik. Oleh karena itu saya tetap ingin Arsenal membeli seorang kiper untuk musim depan.

Sekarang mari membahas mengenai peran anchor di Arsenal. Kita tahu, bahwa anchor Arsenal musim ini yang paling mentereng adalah Mikel Arteta. Tetapi di akhir-akhir musim, pemain yang rata-rata selalu “di hina” oleh fans Arsenal tampil menawan di bagian Defensive Midfielder. Dia adalah Aaron Ramsey.

Mari kita membahas Arteta terlebih dahulu.

Kita tidak perlu mempertanyakan bagaimana krusialnya peran Mikel Arteta di lini tengah Arsenal. Arteta yang aslinya bukanlah seorang DMF, mampu meyakinkan Arsene Wenger untuk menjual Song ke Barcelona. Yang saya suka dari Arteta adalah ia mampu membaca arah pergerakan serangan lawan dan memotong bola di saat yang tepat. Arteta memiliki total 3.2 tackle/game dengan persentase kesuksesan sebesar 69% (75 dari 108).

Persentase tersebut terbilang kecil jika kita membandingkan dengan Aaron Ramsey yang memiliki persentase tackle sebesar 90% dari 36 pertandingan di EPL. Tetapi diluar faktor tersebut, Arteta sangatlah baik dalam hal off the ball maupun on the ball. Seperti yang saya sebutkan diatas, Arteta mampu menutup ruang gerak playmaker lawan. Hal lain, Arteta juga salah satu pemain yang cepat mengantisipasi counter attack lawan. Catatan interceptions-nya terbilang tinggi, yaitu 63% (dari akumulasi 97 interception).

Sementara dari on the ball, Arteta memiliki rata-rata pass accuracy sebesar 91% (tertinggi di EPL musim ini). Ia juga berhasil mencetak 6 gol dan 3 assists dari 34 pertandingan di EPL. Total 22 key passes yang ia hasilkan, padahal posisinya adalah seorang DMF. Lalu bagaimana penampilan Arsenal tanpa Mikel Arteta?

Statistik diatas menunjukkan bahwa jika Arsenal bermain tanpa Mikel Arteta, kita hanya memiliki persentase kemenangan sebesar 25% dan juga selalu kebobolan. Sialnya, 3 dari 4 pertandingan dimana Arteta absen adalah laga-laga krusial.

Pertama, kita kalah menghadapi Manchester City di Emirates (0-2), kalah dari Chelsea (2-1) dan imbang dengan Liverpool (2-2). Sementara 1 lagi Arsenal berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 5-1 menghadapi West Ham. Total kita kebobolan sebanyak 7x hanya dari 4 laga (1.75/game) dibandingkan dengan adanya Arteta, hanya 0.88/game.

Bagaimana dengan Aaron Ramsey?

Saya sendiri adalah orang yang sempat skeptis dengan kehadiran Aaron Ramsey di Arsenal. Sejak mengalami patah engkel, penampilannya tidak kunjung membaik. Tetapi ada satu hal yang terlupakan di benak saya, bahwa dia bermain di luar dari posisi sesungguhnya.

Wenger adalah salah satu pelatih yang suka memainkan pemain di luar dari posisi aslinya. Kasus yang paling mentereng adalah Andrey Arshavin. Performanya di Arsenal bisa dibilang jauh menurun ketimbang di Zenith ataupun Timnas Russia. Mengapa? Karena saat dia bermain di Arsenal, dia bermain sebagai seorang sayap, sedangkan di Zenith/Russia, dia bermain sebagai seorang Trequartista/AMF.

Tidak semua pemain bisa dibilang versatile. Aaron Ramsey juga adalah salah satu pemain tersebut. Pada saat dia bermain sebagai midfielder, dia menunjukkan potensi sesungguhnya. Mari kita lihat saat pre-season di Asia beberapa waktu lalu. Performa Aaron Ramsey bisa dibilang sangatlah memuaskan. Sosok midfielder yang tidak mengenal lelah.

Statistik duel Aaron Ramsey via Squawka
Statistik duel Aaron Ramsey via Squawka

Gambar diatas adalah statistik average duels won (rata-rata keberhasilan saat melakukan duel — tekel, foul, heading dan kemampuan melewati pemain atau take on) Ramsey dalam 10 pertandingan terakhir. Ia memiliki 85% successful tackle, dan rata-rata pass accuracy sebesar 87%.

Saya merasa bahwa Arteta dan Ramsey memiliki kemampuan dan kapabilitas yang sama ketika beroperasi sebagai Anchor. Keduanya memiliki visi bertahan yang luar biasa, passing yang akurat, dan yang sangat penting bagi seorang Anchor = stamina yang luar biasa kuat. Tetapi, apakah kita tidak membutuhkan pemain yang “pure” seorang anchor?

Arsenal tetap membutuhkan pemain yang murni seorang DMF/anchor. Menurut saya Arsenal tidak membutuhkan seorang deep lying playmaker yang sekaligus seorang anchor, tetapi benar-benar pure anchor. Jika anda bertanya siapa yang paling bagus, jawaban saya jelas adalah Sergio Busquets, dia adalah anchor terbaik di dunia saat ini.

Tetapi siapakah target yang cukup realistis untuk diincar Arsenal?

Meskipun saat ini kita memiliki 2 DMF yang luar biasa tangguh, tetapi kita tidak boleh melupakan kedalam skuad yang kita miliki. Cadangan DMF kita saat ini hanyalah Emanuel Frimpong yang bisa saya bilang “tidak di level Arsenal”.

Musim lalu kita selalu di kait-kaitkan dengan Yann M’Vila yang dikabarkan sudah melakukan medical dengan Arsenal sebanyak 261634573145x. Akhirnya? Bergabung dengan Zenith St. Petersburg. Victor Wanyama yang juga kabarnya sudah dekat dengan Arsenal akhirnya berlabuh ke Southampton.

Jadi siapa yang masih bisa digaet?

Etienne Capoue adalah salah satu pemain dari Toulouse yang bisa menjadi seorang anchor di Arsenal. Meskipun saya hanya beberapa kali melihat dia bermain, tetapi Capoue adalah salah satu pemain dengan work rate yang tinggi. Meskipun tidak sebagus Carrick ataupun Busquets, tetapi di umurnya yang baru menginjak 25 tahun, Capoue bisa menjadi prospek cerah Arsenal.

Pemain lain yang bisa menjadi CB/DMF adalah Mathias Ginter, tetapi saya tidak akan membahas lebih jauh karena sudah dibahas oleh bung @d_adad di tulisannya sebelas hari lalu. Nama lain adalah Kondogbia. Umurnya baru menginjak 20 tahun, dan sukses membawa Timnas Prancis U-20 menjuarai World Cup U-20 di Turki beberapa waktu lalu. Saya melihat Kondogbia memiliki potensi untuk menjadi anchor yang cukup handal. Tetapi saya masih belum berani meng-overhype Kondogbia untuk menjadi “the next Makelele”. Penampilannya di Prancis sangatlah impresif, dia dan Paul Pogba di lini tengah benar-benar menunjukkan prospek Prancis untuk 5 tahun kedepan. Visi-nya dalam hal bertahan sangatlah baik, dan yang jelas tingkat work rate yang diatas rata-rata.

Jika Arsenal mau mencari yang memiliki pengalaman lebih, masih ada Luiz Gustavo. Salah satu pemain yang berhasil membawa Brazil menjuara Piala Konfederasi ini kabarnya akan dilepas oleh Bayern Munich. Dan jika Arsenal tidak menawar Gustavo, bagi saya kita hanya akan melepas kesempatan emas yang ada di depan mata. Selain Arsenal, Wolfsburg dan Chelsea dikabarkan sedang mengincar Gustavo.

Terakhir, saya amat sangat menginginkan Julio Cesar sebagai kiper di Arsenal. Alasannya simpel, saat ini dia membutuhkan tim yang dapat memastikan posisinya sebagai starter di Timnas Brazil untuk World Cup 2014. Cesar telah mengalami segudang pengalaman dan prestasi. Bersama Gustavo, ia berhasil membawa Brazil menjuarai Piala Konfederasi. Membeli Julio Cesar berarti akan menimbulkan kompetisi di antara kiper-kiper Arsenal. Dengan Napoli yang sudah menggaet Pepe Reina, maka peluang Arsenal untuk mendapatkan Julio Cesar sangatlah terbuka lebar.

Statistik Julio Cesar via Squawka
Statistik Julio Cesar via Squawka

Bagi saya pribadi, jika kita berhasil mendapatkan Suarez, Bernard, ataupun Mathias Ginter cukup membuat saya bahagia. Pemain-pemain tersebut adalah pemain-pemain yang memiliki potensi dan kapabilitas untuk Arsenal. Kita bisa dipastikan sebagai title contender, dan memiliki kedalaman skuad yang baik. Dan yang pasti, jika kita berhasil mendapatkan pemain-pemain diatas dan menjaga konsistensi kita, maka minimal 1 gelar ada di tangan kita.

Setuju?

Silahkan nyatakan pendapat dan argumen anda di kolom komentar.

9 thoughts on “Arsenal’s Defending 2012-13 Season Review: Kenapa Arsenal butuh seorang bek tengah, anchor dan kiper

  1. Agree with your view, however slightly disagree di sektor anchor. Mathias Ginter isn’t good enough(yet). potensial, tapi belum teruji konsistensi dan kemampuannya menahan pressure mental yang besar. Dan surprisingly FC Bayern tidak ‘mengganggu’ pemain ini – need to have doubts about this boy. Selain itu Kondogbia rasanya kurang cocok bila dibandingkan dengan Makelele, mungkin lebih cocok bila disamakan dengan Petit atau Essien. Makelele pure anchor yang kemampuan offensive dan tehniknya rendah(fokus DM). Diluar itu semua, I share your belief. Urgent: 1 experienced International GK, 1 solid supersub CB – Kyriakos Papadopoulos will be great, 1 hard-tackling DM – prefer Luiz Gustavo, atau Schneiderlin(EPL-proven). Exciting extras: 1 striker, 1 AM(tengah atau sayap).

    Like

  2. emang menarik duet ram-teta,, dua2nya free-role ya?? ketika bertahan arteta lebih ke pembaca permainan sementara ramsey lebih ke body kontak..ketika menyerang arteta lebih ke passer sementara ramsey lebih ke creator cuma berbeda dengan jack, ramsey jarang membawa bola, ramsey lebih dinamis long pass, true pass, bermain satu dua dengan penyerang,,,gila banget ni orang,,kayanya ketika ramsey main arsenal punya 4-5 ramsey deh…di semua posisi dia ada…staminanya juga parah banget lari seharian kayanya sanggup ni orang..piling saya sih wenger ga akan beli anchorman murni.. saya justru berharap lars bender yang masuk..

    Like

  3. (2nd attempt to post this. Sorry kalau repost. WordPress starting to act like our transfer saga, ngeselin)

    Good analysis. And, cutting the crap hal2 panjang yg udh gw tulis sblmnya tp lalu hilang, intinya gw setuju dgn pembelian di posisi2 tersebut krn alasan komposisi.

    Gw hanya berpikir belakangan ini, kenapa membeli pemain itu seperti menjadi hal yg rumit utk arsene wenger. Mgkn krn dia ahli ekonomi. Jd jutaan analisis hrs dilakukan sblm sebuah keputusan diambil. I know, coz i am an economist too. Berpuluh2 excel spreadsheet, ber hari2 lembur dihabiskan oleh seorang analyst di london sana utk melakukan analisis ke ekonomian seorang pemain, semuanya itu hanya utk menghasilkan keputusan “hmm , ok mari kita tawar suarez £1 lebih besar dr release clause nya”.

    walaupun sepertinya wenger merasa dia telah meng cover semua faktor2 penting (down to the player’s favourite underwear) yg ada di dunia ini utk memastikan bahwa keputusan terbaik yg telah diambil tapi clearly dia tidak akan pernah bisa memastikan bahwa seorang atau 2 orang atau 3 orang pemain yg akan dibeli itu PASTI bisa membawa arsenal menjuarai sesuatu. Hal ini dalam ilmu ekonomi dikenal dgn istilah KETIDAKPASTIAN. And boy, that thing really scares us, economist, more than anything (even death!). Dan karena ketidakpastian itu adl hal yg mutlak, all those analysis will be useless if you dont have enough balls or dick or whatever to make a decision based on Gut Feeling. Karena in the end it’s about Feeling which decision will serve the best for us. I’m sorry, i’m going a bit too far here.

    apa yg kita bicarakan tadi?

    Like

    1. saya beberapa waktu yang lalu sempet baca, Arsene Wenger bukan manajer yang bisa melakukan 2 transfer sekaligus.. kurang tau itu bener apa engga, tp emg keliatannya cm mimpi ngeliat Arsenal memperkenalkan 2 pemain sekaligus kyk yg dilakuin City (Jovetic sama Negredo)..

      Like

    2. “Gw hanya berpikir belakangan ini, kenapa membeli pemain itu seperti menjadi hal yg rumit utk arsene wenger. Mgkn krn dia ahli ekonomi. Jd jutaan analisis hrs dilakukan sblm sebuah keputusan diambil. I know, coz i am an economist too. Berpuluh2 excel spreadsheet, ber hari2 lembur dihabiskan oleh seorang analyst di london sana utk melakukan analisis ke ekonomian seorang pemain, semuanya itu hanya utk menghasilkan keputusan “hmm , ok mari kita tawar suarez £1 lebih besar dr release clause nya”.”

      Mungkin karena dengan membeli pemain berharga tinggi, pengalaman yang lalu lalu (Arshavin, Gervinho) sedikit bikin dia ragu.
      It’s all about value, tentu saja. Tapi dari kacamata dia (yg punya grade studi ekonomi) dan sepakbola, pembelian pemain berharga malah gak selalu memberikan efek yang diharapkan.

      Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s