Menengok Kedalaman Skuat

Emirates Cup di depan mata. Sambil mencoba menepis bayangan masa silam dimana Jack Wilshere mendapati cedera panjang di ajang ini, saya merasa antusias dengan tiga peserta lain: Napoli, Galatasaray dan Porto. Ketiganya klub dengan kekuatan skuat yang menarik. Pada kasus Napoli, rasa penasaran kita akan proyek baru Rafa Benitez akan sedikit diobati. Menengok Galatasaray, publik akan kembali bereuni dengan Emmanuel Eboue, pria jenaka yang awalnya menunjukkan potensi, namun berakhir menjadi musuh publik di akhir karirnya bersama Arsenal.

Asumsinya, Arsenal tidak melakukan satu pembelian pemain pun sebelum ajang ini (seperti yang Arsene Wenger tegaskan di wawancaranya), sekuat apa, sih, skuat yang Arsenal punya? Emirates Cup is hardly a ‘cup’, merely another way for club to gain more profit and publicity. Tapi, ini adalah kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan kebolehan karena laga pra musim selanjutnya hanya akan terjadi satu kali melawan Manchester City sebelum akhirnya Arsenal menjalani laga EPL perdana melawan Aston Villa (17 Agustus).

Untuk itu, mengenai perkiraan skuat saya akan berpatokan pada website klub. Pemain dengan warna font merah menandakan pemain tersebut sedang mengalami cedera atau kemustahilan untuk dimainkan (seperti Bendtner/Chamakh).

  • Kiper: Szczesny, Fabianski
  • Bek: Sagna, Monreal, Mertesacker, Jenkinson, Vermaelen, Gibbs, Koscielny
  • Gelandang: Rosicky, Cazorla, Arteta, Diaby, Wilshere, Frimpong, Ramsey, Miyaichi
  • Penyerang (striker/wing forward): Bro-dolski, Gervinho, Giroud, Chamakh, Walcott, Park, Chamberlain, Bendtner, Sanogo

Jumlah pemain yang bisa disertakan dalam Emirates Cup, dengan asumsi mengesampingkan pemain akademi yang tempo hari mengikuti tur Asia, berjumlah pas 22 orang. membentuk dua tim dengan perkiraan seperti ini:

Szczesny

Sagna – Mertesacker – Koscielny – Gibbs

Arteta – Ramsey

Walcott – Wilshere – Cazorla

Giroud

*****

Chamakh

Podolski – Rosicky – Miyaichi

Frimpong – Chamberlain

????? – ????? – ????? – Jenkinson

Fabianski

********

Saat menengok daftar pemain senior di website Arsenal, saya juga kaget mendapati nama Miyaichi dan Frimpong disana. Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa kedua pemain tersebut akan terus berada di daftar tersebut karena batas pengajuan tim — baik kepada FA dan UEFA — sepertinya masih lama. Di website saya juga masih mendapati nama Joel Campbell meski dia sudah resmi dipinjamkan ke Olympiacos selama satu musim.

Yang jadi perhatian saya adalah barisan bek dimana pelapis hanya ada di sektor bek kanan. Emirates Cup tak ubahnya ajang kompetisi antar kelurahan. Tapi Arsenal adalah tuan rumah yang, seperti halnya kompetisi antar kelurahan, menyedot warga tuan rumah yang menonton di stadion lebih banyak ketimbang tim tamu.

Pertandingan kedua Emirates Cup versus Galatasaray terjadi pada tanggal 4 Agustus: 13 hari sebelum pertandingan perdana EPL. jangan lupa juga Arsenal harus menghadapi lawan (yang belum ditentukan) di babak playoff UCL pada 20 dan 27 Agustus. AC Milan dan Schalke untungnya tidak akan menjadi bakal lawan yang akan kita hadapi karena prestasi mereka lolos di babak grup UCL musim lalu.

Fakta ini membuat banyak dari kita yang khawatir akan kemampuan tim menjalani kompetisi baru. Lantas jika memang perkataan Wenger menjadi kenyataan, bahwa dia percaya dengan kemampuan Sagna bermain sebagai bek tengah, saya tetap percaya. Tapi apakah Sagna rela bermain sebagai bek tengah? Di saat dia ingin merebut hati pelatih Prancis untuk menjadikannya pilihan utama di timnas? Saya rasa tidak.

Di samping melimpahnya pilihan bagi Wenger di sektor gelandang serang dari skuat akademi, pada sektor pertahanan pilihan kita amatlah sedikit. Memprihatinkan lebih tepatnya. Saat tur Asia lalu, tercatat ada tiga pemain yang menempati posisi tak ideal di sektor ini. Pemain tersebut adalah Ignasi Miquel (bek tengah namun kerap diplot sebagai bek kanan), Chuks Aneke (gelandang, tapi selalu bermain sebagai bek tengah) dan Kristoff Olsson, gelandang serang yang menjadi bek kanan (di satu pertandingan).

Performa Miquel di sektor sendiri terlihat kurang meyakinkan. Padahal saya ingin sekali melihatnya melapis Koscielny, dengan tujuan agar dia bermain sepenuh hati untuk meyakinkan kita dan juga pelatih. Sebagai bek kanan Miquel kerap salah posisi, saat menyerang dan bertahan. Miquel sudah berada di Arsenal lebih dari dua musim. Jika tidak dipinjamkan/banyak disertakan di skuat inti musim ini, bisa saya nyatakan bahwa harapan dia untuk menembus skuat inti pupus sudah. Saya ingin sekali melihat dia mendapat kesempatan di Arsenal. Melihat caranya merayakan gol versus Coventry City musim lalu, terlihat betapa dia mencintai klub ini, setelah dilepeh La Masia saat muda dulu.

Bukan tanpa alasan saya memasang foto JKT 48 di atas. Penggemar awam mereka, selalu memerhatikan siapa yang menjadi focal point di video klip ataupun konser; Melody kah? Ve? Nabilah?

jarang sekali yang memerhatikan pemain di belakang. Di saat peran mereka tak kalah penting. Lihat saja, Arsenal hampir tiap musim mencetak pemain dengan insting kreatif/menyerang dari akademi. Ya, saya tahu tidak sedikit dari mereka yang akhirnya gagal menembus skuat senior, tapi ini adalah tren memrihatinkan dimana sepakbola tak lagi memberi perhatian khusus kepada para bek.

Di Twitter saya sempat mengajukan sebuah fakta dimana seluruh tim yang menjuarai kompetisi EPL selalu memiliki bek tengah berkebangsaan Inggris. Saat kita menjuarinya pun seperti itu. Pada 2001/02 kita bahkan masih memiliki Adam dan Keown (plus Sol Campbell yang baru direkrut). Berikutnya pada 2003/04, Big Sol masih menjadi bagian dari tim. Juara EPL dua musim terakhir pun masih memiliki bek Inggris. Silakan ulik sendiri siapa saja pemain tersebut.

Jika begitu, dengan bersandarkan fakta kita tak memiliki bek tengah potensial dari akademi, pembelian (atau proses pengincaran) Ashley Williams (dia pun tidak ‘murni’ Inggris karena ber-KTP Wales) menjadi tepat?

Saya sendiri tidak bisa menjamin, bahwa dengan memiliki Williams, kita akan langsung menjadi kandidat kuat juara musim depan. Sepakbola kan dimainkan oleh 11 orang.

Lalu siapa lagi bek Inggris yang layak menjadi sasaran Arsenal?

Nyatanya, spesies mereka pun sedikit. Phil Jagielka, bek Everton dan timnas sudah berumur 30 tahun.

Situasi kini menjadi keruh karena kompetisi segera dimulai dan Arsenal belum juga meningkatkan kedalaman skuatnya. Bisa dibilang, dalam sektor pertahanan statusnya bukan lagi mencari pelapis, melainkan pengganti sepadan Vermaelen dan Monreal untuk sementara waktu.

Dan sialnya, bukan hanya pesepakbola, setiap dari kita juga tak ingin jika hanya menjadi sekedar ‘pelapis’.

For fuck sake..

7 thoughts on “Menengok Kedalaman Skuat

  1. Bagus sekali ulasannya. Mengkhawatirkan lini pertahanan Arsenal terutama para pelapisnya. Cedera Vermaelen dan Monreal selama kurang lebih 3 bulan tentu sudah sewajarnya Wenger beli pemain belakang yang “Multiposisi”.

    Syukur-syukur bisa beli seorang bek berkualitas yang mampu bermain sebagai bek kanan-kiri sekaligus bek tengah. Apa ada?😀

    Seolah melepas seorang Andre Santos menjadi penjualan yang terasa disayangkan. Di sisi kiri pertahanan Arsenal hanya ada Kieran Gibbs yang harus siap menjalani laga Emirates Cup (3-4 Agustus) + Manchester City (10 Agustus). Bayangkan posisi kiri pertahanan Arsenal hanya ada Gibbs dan Miquel yang dipaksakan bermain sbg bek kiri. Dalam kurun waktu seminggu dari laga pembuka EPL!

    Like

    1. “Syukur-syukur bisa beli seorang bek berkualitas yang mampu bermain sebagai bek kanan-kiri sekaligus bek tengah. Apa ada? :D”

      Ini dia yg jadi persoalan. Mencari gelandang Inggris berusia muda lebih gampang ketimbang bek. Bahkan dari Divisi Championship sekalipun — Will Hughes contohnya.

      Like

  2. Bek kiri Arsenal selalu berada pada generasi emas termasuk pelapisnya.

    Simak masa ketika bek kiri Arsenal adalah Winterburn ada Silvinho sebagai pelapis. Dan saat Silvinho mentas menjadi pilar di sisi kiri, ada Ashley Cole sebagai pelapis. Selanjutnya Ashley Cole-Gael Clichy, Clichy-Gibbs. Lalu saat ini siapa pelapis Gibbs? Monreal? Menurut saya Monreal bukan sebagai regenerasi dari Gibbs. Monreal adalah pesaing perebutan posisi bek kiri Arsenal. Bisa bedakan regenerasi dan pesaing perebutan posisi?

    Pembelian Monreal pun menurut beberapa orang mengatakan itu pembelian panik Arsenal karena Gibbs cedera dan Santos angin-anginan.

    Bahkan saat Gibbs dan Monreal sudah sama-sama berada pada kondisi fit, saya sering berfantasi keduanya bermain bersama. Monreal sebagai bek kiri dan Gibbs menjadi penyerang sayap kiri Arsenal (posisi yang sering ditempati Podolski/Gervinho/Arshavin/Cazorla).

    Perlukah Arsenal membeli seorang bek kiri berpengalaman? Tidak perlu.
    Haruskah Arsenal membeli(youngster)/mulai mengorbitkan lagi seorang pemain muda yang berposisi sebagai bek kiri regenerasi? Harus.

    Get well soon Monreal.

    Like

    1. benar juga. Lucunya, di sektor bek kanan justru sedikit teratasi dimana Hector Bellerin baru aja memerpanjang kontrak.

      Musim lalu kita punya Jerneade Meade, mungkin karena postur tubuhnya terlalu kecil, Arsenal gak tertarik ngembangin bakat dia. Nico Yennaris juga lebih sering beroperasi di kanan ketika gak jadi gelandang.

      Sementara itu di sisi gelandang, selain gedion Zelalem, Arsenal kedatangan/sudah memiliki Jack Jebb dan Dan Crowley; dua-duanya dapet predikat the next Jack Wilshere.

      Like

      1. iyaa bener banget. Meade out, Yennaris (RB/DM).

        Sementara lini tengah Arsenal melimpah.
        Crowley-Zelalem-Jebb itu semacam Ramsey-Wilshere-Cazorla? Masih ada Eisfeld-Olsson-Gnarby. Ox juga bermain di tengah.
        Lini tengah Arsenal ibarat kawasan tambang emas yang tak akan habis hingga 7 turunan.😀

        Like

  3. Been a silent reader for some of your articles in Indocannon, brilliance are shown through the in depth article you’ve been creating, while some are also not intended for thorough analyses.
    However, associated to this article, I’d like to join the discussion about players that Arsenal need. Indeed I, for the last three years haven’t been following Arsenal’s transfer window maneuver that often. I’ve just been taking Arsenal for granted and let them play for a season, and sincerely watch them fail, over and over again. The departure of captains, the arrival of panic buying and all those stuff had me assure me self to not expect too much.
    We often leave big marks in the defense, left back since Ashley Cole, the inconsistency of our two center halves, the decline of Bacary Sagna, and the absence of an anchor, precisely since Vieira. Beyond that, the squad depth we’ve been having these years are always distracted by the departure of certain prominent players, so when it was time to solidify the team, the key factors leave, so we have to start from zero.
    Concerning the versatile full back we need, I’d like to offer a name -I dunno whether if it’s relevant to offer here, it’s just an opinion- a young Londoner, Saints number two. He’s versatile, could play both left and right, still 22, proportional defense, quick, and plays for Saints. Relating to Arsenal’s good relationship with the Saints (noting Walcott, Chambo).
    Another name should be Bernard, he’s an underrated star, covered by the clouds of Ronaldinho in Atletico-MG, he’s said to be close to signing with Arsenal, but bound to be Porto’s, let’s hope not. He was also mentioned earlier in Indocannon’s other article.
    Those two players should give us a boost, while we still wait for our center halves to be more solid and diminish fatal blunders in our defensive line. Ramsey and Arteta are getting better seeing how they’re able to switch roles while attacking and defending, they could fit up with each other. One last player is Giroud, up there, he keeps getting better and getting completer as a striker. Who knows that next season, we could improve our positions, and get a decent silverware or two.

    Like

  4. Tadinya gw mau nulis jg ttg ini tapi kyknya pernah inget lo udah nulis topik yg serupa.

    Squad depth, oh dear. Satu kata utk mendiskripsikannya: gawat.

    1. Goalie
    Gw rasa semua setuju kl fabby adl pilihan ke-3. We need our Current numero uno. Szczer will. But now we need someone. Dan keberadaan szczer hrsnya sdh merepresentasikan youth program. So no excuses kl membeli kiper baru akn mematikan damien martinez (i’ll be damn if AW said that).

    2. Defender
    Ok kalau memang duitnya kurang banget, ini adl posisi yg relatif aman. Utk CB kita pny rotasi per-sagna-kos-verm. Dan sbg paket hemat sagna jg bs bermain sbg RB. Gibbo-monreal sdh mantab di kanan.

    3. Midfielder
    We need a DM. Dgn hanya bergantung pd Arteta-rambo, kita akan sangat terexpose dgn badai cidera. Dan, imo, jack tdk cucok bermain di posisi itu. Entah belum atau tidak yg jelas penampilannya blm kembali setelah cidera melawan NY red bulls itu. Kl mmg dia jadi backup cazorla then so be it. Lagipula umurnya baru 20, msh panjang karirnya. Beberapa nama yg realistis dan statistically ok: luis gustavo, lars bender. Utk CAM kita sdh pny pemain terbaik (stat wise) di posisinya utk musim lalu: santi cazorla.

    4. Striker
    Oh Giroud. Cmon man. Gw blg kemaren kl 1 musim itu tdk fair utk men judge seorang pemain. Oleh krn itu i’m giving him one more season to be our primary striker. Sbg backup gw sll konsisten mengusulkan Torres di harga £20m. Td nya gw berharap soldado tp keburu disikat sm tottsie. Knp ya AW sll telat begini?

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s