Pembelian Realistis Part 3: Imanol Agirretxe

Time ticking. New season approaching. Opponents bolstering. Well, except us and probably Manchester United.

Selamat pagi dan terima kasih telah berkunjung ke website ini. No one new and that’s okay! Oh, no. not really. Antara iya dan tidak, saya mulai merasa waswas akan pergerakan kita di bursa transfer musim ini. I know and so do you, kita tidak lagi mengkhawatirkan seorang pemain kunci yang dirayu klub lain. Arsenal berada dalam posisi ‘financial strength’ yang pihak manajemen semboyankan tiga musim belakangan.

Believe me, I really did hope we signed Higuain. Dalam hati saya selalu berharap, masa Arshavin di Arsenal tidak sekelam itu. Sebastien Squilacci tidak sepayah itu. Cek kembali bagaimana Arsenal merekrut kedua pemain tersebut. Arshavin dibeli dengan rekor pembelian termahal. Sementara Squilacci dibeli sebagai pembimbing Djourou dan pelapis Vermaelen. Malang keduanya meninggalkan kesan buruk di Arsenal dan para pendukung.

All I am saying is, periode paling menentukan saat membeli pemain adalah bagaimana kelak pemain tersebut mampu meberikan kontribusi maksimal untuk klub barunya. Mohon maaf, tapi sepertinya pendukung Arsenal hanya melihat perekrutan pemain dari satu sisi; yakni saat pemain yang bersangkitan berpose gagah di website resmi klub.

Taruhlah begini, Luis Suarez empat jam setelah artikel ini terbit tiba-tiba diresmikan sebagai pemain anyar Arsenal. Lantas kita semua bersorak-sorai bergembira. Ketika tiba waktunya dia membela Arsenal di atas lapangan, tidak ada jaminan dia langsung bisa mencetak gol. Tidak ada jaminan dia tidak melakukan aksi sembrono. Tidak ada jaminan jika dia bisa selamat dari tekel bek lawan — yang membuatnya cedera 11 bulan.

This is how football works.

Saat Sp*rs merekrut Lewis Holtby dari Schalke, saya adalah salah sekian yang gigit jari akan langkah brilian tersebut. Lantas kenyataannya, untuk sementara ini dengan skema yang mereka mainkan mungkin Holtby menyesali keputusannya hijrah dari Schalke. Melimpahnya talenta Jerman dan Piala Dunia yang kurang dari setahun lagi, kans Holtby bisa dibilang akan menipis jika Gareth Bale tak kunjung hengkang.

Masalahnya sepakbola hanya dan wajib dimainkan oleh sebelas orang.

Katakanlah Higuain jadi milik Arsenal — yang membuat Giroud harus rela menepi sejenak — dan pemain Argentina itu langsung tancap gas dengan mencetak gol di 11 pertandingan berturut-turut. Apakah kans Giroud untuk melanjutkan performanya masih besar? Satu musim menjadi andalan lalu menjadi pesakitan di musim berikutnya. Jika ia tak bermental kuat, ada secuil kemungkinan dia akan terjangkit oleh penyakit yang menimpa Arshavin: kehilangan minat atau ‘interest’ untuk memompa permainan. Well, he could be a model had he decided to give up football as we speak.

Arsene Wenger, dua hari lalu mengeluarkan komentar mengejutkan:

We are ready to do quick deals but all the transfers do not depend only on us,” katanya seperti dikutip Mirror. “But we are prepared to wait. It looks unlikely before the Emirates Cup.

We still have a strong squad but we are there on the market to try to strengthen our team. With or without additions we can be title challengers next season.

What we want is not as name but as good player. The name is less important. What is more important is the quality of the player. At the moment I must tell you we are not close to signing anybody.

We try to do the job and we will try to do it well. But that is in front of us. We have worked a lot but nothing has been concluded with anybody.

Of course we want to do as many top players as we can. But we also have to focus on the players we have and develop them. We have plenty of candidates in midfield now and there is a big fight there. Bacary Sagna settles in well at centre-back with Thomas Vermaelen out.

Media dengan gencar memberitakan ‘operasi buang duit’ ala Arsenal dengan mengaitkan pemain-pemain top dengan klub. Tiba-tiba seperti gadis menyebalkan di cerita teenlit, Wenger membantah apa yang media beritakan sebulan terakhir. Masa transfer window adalah masa dimana omongan seseorang bisa berubah sembilan puluh derajat dalam hitungan hari, dan, dipelintir sedemikian rupa oleh awak media.

Saya khawatir dengan caranya menegaskan ketakbutuhan Arsenal akan sosok pelapis di sektor bek tengah — terkait cedera yang kembali dialami Vermaelen. Jika kemudian kita berhasil mendapatkan Suarez, maka ucapannya di atas adalah sebuah langkah psy-war untuk mengontrol media. Media, dengan headline bombastisnya bisa merubah harga pemain. Jika yang ada di kepala Wenger adalah usaha untuk ‘menjinakkan’ mereka. Maka, well done, Arsene.

Yang saya khawatirkan adalah komentar tadi akan ia gunakan ketika satu per satu target pemain yang kita dekati lepas ke klub lain atau tak bisa kita dapatkan. ‘We don’t buy superstars, we make them’ atau ‘our squad is strong enough’.

Atau, yang ternyata klub incar sesungguhnya bukanlah sosok striker. Taruhlah ternyata selama ini dengan rahasia klub menjalankan negosiasi dengan Southampton terkait perekrutan Morgan Schneiderlin. Jika Arsenal berhasil mendapatkan pemain Prancis tersebut, maka bisa dipastikan saya menjadi salah satu yang sumringah.

Masalahnya — tanpa bermaksud merendahkan orang lain — fans lebih sering diiming-imingi dengan perekrutan striker kelas wahid. Jika ternyata Arsenal merekrut Schneiderlin dan satu striker antah berantah, saya jamin perbandingan mereka yang optimis akan sangat sedikit. Saya sadar, lebih banyak fans ‘kasual’ yang memandang permainan sepakbola dari sudut pandang keindahan mencetak gol, yang mana lahir dari kreasi para striker dan gelandang serang. Sit with me when Arsenal play, kamu akan lihat arah mata saya berbeda denganmu, karena saya justru lebih berkonsentrasi dalam pemosisian diri Arteta dan Ramsey.

That’s not how I enjoy football, tapi lebih kepada saya — setelah beberapa pertandingan — telah begitu yakin terhadap kemampuan Cazorla menciptakan peluang. Jika nanti Cazorla dilanda cedera, dari akademi (meski belum terlalu meyakinkan) sudah begitu melimpah pemain yang bisa menggantikan perannya. Thomas Eisfeld dan Serge Gnabry. Atau Tomas Rosicky dengan Ramsey-Wilshere sebagai double pivot.

Simaklah bagaimana media tak sekalipun mengaitkan Arsenal dengan pembelian gelandang bertahan (minus Marouane Fellaini). Why so? Bukankah Abou Diaby masih cedera dan Francis Coquelin resmi dipinjamkan ke Freiburg?

Dua musim bermain bermain bersama Arsenal, dengan memertimbangkan peran baru yang ia jalani Arteta berhasil menjadi sosok kunci. Tapi lihat, selama dua musim itu Arteta selalu mengalami cedera minor yang membuatnya absen beberapa pekan. Dan saat periode itu pula Arsenal menderita.

Bagaimana jika pembelian utama Arsenal adalah sosok gelandang bertahan seperti Schneiderlin atau Javi Martinez dan seorang striker antah berantah?

Striker antah berantah tersebut ada dalam diri Imanol Agirretxe.

Agirretxe berusia 26 dan bermain untuk Real Sociedad. Bersama Xabi Prieto, Antoine Griezmann dan eks didikan Arsenal Carlos Vela, dirinya menjadi sosok instrumental yang membawa Sociedad ke Liga Champions musim 2013-14.

Seperti yang dilansir situs insidespanishfootball pada 19 Juli lalu, pihak klub sedang berusaha memerpanjang kontraknya dan ia tidak mau terlalu fokus pada hal tersebut.

The club wants to renew my contract and so do I, but there is no hurry. A new contract is not a priority right now

Bisa jadi hal yang membuatnya berkomentar seperti itu disebabkan oleh keterkaitan beberapa klub untuk memboyongnya. Salah satunya Tony Pulis eks pelatih Stoke City.

Agirretxe masuk dalam kategori pemain yang telat mekar, seperti halnya Giroud dulu. Mempunyai postur tinggi badan 1.85 cm, gaya bermainnya amat mirip dengan Giampaolo Pazzini (AC Milan) dan/atau Marko Vucinic (Juventus) — angot-angotan, tidak dikaruniai kemampuan dribel aduhai, jarang membantu tim dalam bertahan, tapi dalam sekejap bisa berubah dari macan ompong menjadi singa buas di kotak penalti.

Yang membuatnya istimewa adalah kemampuannya untuk berkembang. Ia menjadi bagian tim saat Sociedad kembali naik peringkat dari Segunda Division ke La Liga pada 2010-11, secara perlahan mampu meningkatkan performanya seperti berikut:

[Variabel: Musim — Jumlah Tampil — Gol — Assist — Total Shots — Total Shots on Goal]

  • 2010-11: 11 — 3 — 0 — 6 — 4
  • 2011-12: 36 — 10 — 4 — 81 — 31
  • 2012-13: 34 — 13 — 5 — 79 — 36

Tidak terlalu signifikan memang, tren kenaikan performanya. Tapi dia ‘berkembang’. That sort of players who are willingly take a bullet in front of you. Even in the end they will die and you eventually forget their achievements.

Anda pasti menyimak permainan pemain akademi Arsenal saat tur Asia kemarin. Setidaknya menyaksikan performa mereka saat menghadapi Indonesia (baik di GBK atau layar TV). dalam rangkaian lawatan tersebut, Chuba Akpom, disamping Gedion Zelalem berhasil mencuri perhatian kita. Saya sendiri sampai lupa bahwa umur kedua pemain tersebut belum juga 20. Akpom begitu tenang di kotak penalti. Saat ia gagal memanfaatkan umpan matang Zelalem dan tendangannya melayang jauh di atas mistar, anda bisa melihat rona kekecewaan yang ia keluarkan.

Baru dua musim lalu rasanya kita menaruh banyak harapan pada Benik Afobe. Sebagai calon striker handal hasil binaan klub. Dan ketika Afobe tidak menjalani musim meyakinkan saat dipinjamkan ke klub lain Akpom unjuk gigi. Kita jadi sadar bahwa Arsenal memiliki — jika Akpom dipromosikan ke skuat senior — tiga pemain yang berposisi sebagai striker murni; Giroud, Yaya Sanogo dan Akpom.

Jika memang Sanogo langsung diturunkan bersama skuat senior (sementara ini namanya tercantum di skuat senior di website klub), akan membuat persaingan semakin sesak, mengingat pola permainan yang kita anut: satu striker dengan 2 penyerang sayap dan tiga gelandang ‘bunglon’.

Tak heran jika Arsenal seakan merelakan Higuain hinggap ke Napoli setelah permintaan harga yang terlalu tinggi dari Real Madrid. Ini semakin membuat nama Agirretxe menjaid masuk akal untuk dibeli sebagai pelapis. Fans akan paham bahwa statusnya bukan ‘mega bintang’. Satu creative attacker-midfielder (Bernard, Suarez)/memromosikan Eisfeld, satu gelandang petarung dan satu bek tengah, akan membuat persaingan di skuat menjadi sehat.

Mungkinkah Sociedad mau melepasnya, mengingat klub Basque tersebut akan berlaga di Liga Champions musim depan? Well, jika mengacu pada kenyataan bahwa mereka merekrut striker baru dari Fiorentina bernama Haris Severovic, kemungkinan ini bisa saja terjadi. Kita juga tak boleh melupakan fakta bahwa Sociedad pernah bangkrut beberapa musim lalu.

Saya tidak akan menjabarkan bagaimana peluang Agirretxe berlabuh ke Arsenal. Tulisan ini saya harap menjadi acuan jika memang striker murni bukanlah sosok utama yang Arsenal incar.

Semoga saja, komentar Wenger di atas hanyalah upayanya untuk menetralisir kehebohan media dalam memberitakan rumor transfer Arsenal.

3 thoughts on “Pembelian Realistis Part 3: Imanol Agirretxe

  1. I share your belief on “surprise” DM signing, which is not so surprising. Tinggal 2 nama DM yang tersisa(yang terkenal dan dikaitkan), yaitu Schneiderlin dan Luis Gustavo, mengingat Gonalons(perpanjang kontrak) dan Capoue(sign ke ). Keduanya mumpuni, yang satu PL experienced tapi main di klub medioker, yang satu lagi CL winner tapi mulai terpinggirkan di klubnya. Sekedar menambah teori liar, AW akan re-signing Flamini untuk menambah pengalaman dan agresi di lini tengah😉 lalu soal striker, disini agak kurang setuju dengan pembelian pemain macam disebutkan diatas, lebih percaya kalau Suarez yang datang atau tidak ada striker nama besar sama sekali(ingat, 1 striker murni saja dalam sistem, dan Sanogo is good enough to backs Giroud IMO). Soal Bernard? Dari 80% chance to 50% chance😐 but no problem at all. I don’t know anything about teenlite though..

    Like

  2. Sebenarnya saya berharap pada Wanyama, sosok besar garang yang tidak selalu bermain bagus kala di Celtic malah yang sebenarnya dibutuhkan Arsenal. Lihat bagaimana Alex Song menjadi pemain hebat. Siapa yang dulu sudah mengenal Song kala Arsenal merekrutnya?

    Kembali ke filosofi Arsenal yang berusaha mencetak bukan membeli seorang superstar.
    Maka tentang Morgan Schenederlin saya sangat setuju dan semoga benar terealisasikan.
    Alternatif lain untuk posisi DM tentu bukan Javi Martinez (banderol mahal) atau Luis Gustavo (sudah termasuk pemain bintang karena sudah menjadi pemain inti timnas Brazil di piala konfederasi).
    Komentar mas Dimas bisa jadi benar adanya tentang perekrutan kembali Flamini.
    Kalau saya pribadi berharap Arsenal merekrut Kyriakos Papadopoulos dari Schalke. Mengapa? Karena Arsenal butuh seorang DM garang skaligus yang mampu dijadikan bek tengah. Papadopoulos adalah talenta muda yg berpotensial. Agresifitas dan kengototannya di setengah lapangan sendiri tentu akan membuat Cazorla cs nyaman dalam menyerang.

    Sisi serangan, saya berharap Arsenal realisasikan rekrut Suarez. Suarez tentu akan menambah kreatifitas serangan Arsenal. Kalaupun gagal, saya tiba-tiba teringat nama Valbuena. Dibanding Bernard, saya lebih akan sumringah jika Arsenal merekrut Valbuena. Wenger tidak akan pernah melupakan pemain-pemain potensial asal negrinya. Lihat proses merekrut Sagna, Nasri, Kos, hingga Giroud🙂

    Like

    1. Hello Edo dan Edokrisma. Terima kasih sudah berbagi pandangan.

      Saya sebelum ngepost artikel ini dengan iseng nge-search nama Gustavo di Twitter, dan ternyata Chelsea dikabarkan berminat ngebeli dia, which is very likely. They always have money dan dia bakal gabung bersama dua rekannya di timnas (David Luiz dan Oscar — Ramires bisa ikut meski bukan pilihan utama).

      Kalau Schneiderlin sendiri, memang dia baru saja perpanjang kontrak musim lalu, tapi saya sih yakin itu dilakukan Poch dan manajemen buat dapetin keuntungan maksimal sekiranya ada klub yang serius ngebeli dia B-)

      Yg saya suka dari Schneiderlin, pas Soton dimanajerin Poch di beberapa pertandingan (terutama di akhir kompetisi), dia diplot jadi gelandang serang. Dan dia tampak nyaman di posisi itu. Terutama saat mereka ngalahin Liverpool.

      Tengkyu juga udah ngusulin nama Papadopoulos. Jika dia bergabung, bakal jadi penambal sulam di dua posisi sekaligus. Meski diincar Liverpool, saya tidak terlalu yakin dia mau kesana. Toh dengan menetap di Schalke, dia sedang menjalani masa meyakinkan dengan proyek klub tersebut, juga berkesempatan kembali berlaga di UCL.

      Tapi saya sendiri sih belum pernah liat dia main pas jadi DM. Kalau memungkinkan saya akan download matchnya.

      Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s