Situasi Suarez: tarik ulur dilawan dengan gertakan

Bila mana anda laki-laki, pasti mengagumi tawar menawar ibu-ibu/perempuan dalam menawar suatu barang di pasar. Ketika harga suatu barang dinilai terlalu tinggi, mereka akan melengos pergi meninggalkan si pedagang seolah tidak butuh dan ajaibnya cara tersebut berhasil meluluhkan hati pedagang untuk menyesuaikan harga yang mereka tawarkan.

Ribuan kali cara tersebut mereka gunakan dan ribuan kali pula para pedagang terbujuk rayu. Dan sialnya cara tersebut tidak lantas dapat diterapkan dalam menggaet seorang pemain sepakbola.

Anda mungkin senewen dan dilanda kegelisahan, mengapa kesepakatan transfer Gonzalo Higuain bisa berlarut-larut manakala Real Madrid sudah menggaet Isco dan memromosikan Alvaro Morata tempat di skuat utama. Bukankah peminat Higuain hanya Arsenal?

Jika anda alpa mengingatnya, biar saya jelaskan. Ingat proses transfer Nicolas Anelka dan Emmanuel Adebayor ke Madrid beberapa tahun silam? Kedua pemain tersebut menunjukkan potensi menggiurkan saat masih bersama Arsenal dan ketika klub sekelas Madrid berminat meminang mereka, Arsenal mematok harga tinggi — sangat tinggi malah, mengingat berapa yang Arsenal keluarkan saat pertama kali merekrut mereka — dan Madrd menuruti permintaan harga yang Arsenal tawarkan. Dan seperti yang kita ketahui bersama, kedua pemain tersebut gagal membuktikan potensi tinggi yang melekat pada mereka sebelumnya. Madrid mengalami kerugian.

Wajar bila kemudian Florentino Perez seolah memersulit kepindahan Higuain demi mendapat harga yang lebih tinggi (6-7 juta poundsterling). It all make sense. Higuain bukan pemain sembarangan dengan segala rekor golnya. Sementara Arsenal pun sangat membutuhkan striker.

Dini hari tadi waktu Inggris, rumor keinginan Arsenal merekrut Luis Suarez yang telah tersebar Sabtu lalu menjadi kenyataan dengan penawaran pertama Arsenal pada Liverpool sebesar £30juta yang ditolak mentah-mentah.

Sebelum melanjutkan, saya mengalami sedikit perbedaan pendapat dengan seseorang yang menolak gagasan memiliki Suarez di Arsenal. Wajar karena dengan segala atribut memalukannya, Suarez selalu mampu membelah pendapat orang banyak.

Satu yang tidak bisa disanggah: Suarez adalah pemain hebat.

Bagi saya dia adalah striker terbaik EPL musim lalu pun seorang striker komplit. Dia melakukan apa yang Rv* lakukan di Arsenal musim 2011-12; seorang diri memikul beban klub yang sedang terseok-seok dengan mendulang gol demi gol.

Arsenal tiga tahun belakangan — meski memainkan possession football — dinilai selalu gagal menciptakan peluang. Oper sana oper sini yang kemudian berakhir dengan tendangan penjuru atau bola yang terebut lawan. Tidak ada yang berani melakukan shoot jarak jauh atau penetrasi ke dalam kotak penalti. Beruntung musim lalu kita berhasil mendapatkan Santi Cazorla dan Suarez adalah orang yang mampu melakukan kedua hal tersebut. Torehannya dalam aspek menciptakan peluang pun tak main-main:

  • Suarez — key passes: 84, assist: 5, total: 89
  • Rooney — 39, 10, 49
  • Cazorla — 84, 11, 95
  • Higuain — 17, 5, 22

Perlu dicatat bahwa Cazorla mempunyai jumlah pertandingan lebih banyak dibanding tiga pemain lain (terutama Rooney dan Higuain). Ketimbang Higuain, Rooney dan Suarez niscaya tidak akan mengancam prospek Olivier Giroud sebagai striker tunggal. Keduanya serba handal dimainkan di berbagai posisi ofensif; sebagai second striker, penyerang sayap atau no. 9 role jika dirasa Giroud mengalami penurunan performa. Saya pikir Wenger tidak akan memainkan Giroud dan Higuain bersama-sama menilik kemiripan postur dan gaya bermain kedua orang tersebut.

Saya tidak yakin jika nanti ternyata kita mendapatkan Suarez, ia akan berubah jadi ‘anak baik’. Satu hal pasti, karirnya di Inggris menjadi mimpi buruk karena sedikit ketidakadilan yang dia terima dari pers. Mereka seolah berat sebelah ketika memuat berita buruk seorang pemain non Inggris (ingat apa yang mereka lakukan terhadap diving yang Eduardo lakukan kala menghadapai Glasgow Celtic?). Ryan Giggs meniduri istri saudaranya, John Terry lebih parah ditambah kasus penghinaan rasial yang dia lontarkan pada Anton Ferdinand. Berapa lama hukuman dari FA terhadap Terry dibanding Suarez?

Anyway, yang saya ingin utarakan adalah — mungkin saja — tawaran terhadapa Liverpool tersebut merupakan gertakan pihak klub atas Madrid yang tak kunjung memberi tanda setuju bagi Higuain untuk hijrah. Pemain itu tidak mereka butuhkan musim depan dan yang meminatinya pun hanya Arsenal, klub memberi sinyal pada Madrid, “jika kau pikir untuk menaikkan harganya menjadi 30 juta, kami lebih memilih pemain yang punya pengalaman di EPL.”

Wayne Rooney dan kini Suarez, saya rasa baru kali ini Arsenal seolah-olah mampu bertingkah jumawa di bursa transfer. Merekrut seorang pemain sesegera mungkin tidak lantas menjadikan perekrutan tersebut langkah brilian.

Sabar, sabar, sabar dan tunggu.

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s