Memelihara obsesi itu lumrah asal kamu menakarnya terlebih dahulu

fussball_wetten

@Arsenal u are tooo quiet on the transfer market!!

bored of all these #Arsenal rumours, @Arsenal just hurry and get the deals done

Right @arsenal.Just finished my lunch and going back to work.By the time I have finished and in the car going home,please have signed some1.

Ah it will be so funny if spurs fans get excited about average paulinho. Then we casually bring in Cesc Fabregas. Ooof. Please @arsenal

Put me in charge for a week and it’ll all be sorted @Arsenal

Come on @Arsenal do some business ASAP! The wait and rumours are killing me!

As soon as @Arsenal announce the Higuain deal, I’ll be a happy man

Anyone else sick of checking twitter every hour for Higuian? I just want it done already. Sort it out @Arsenal.

Gut feeling is that at the end of the day, @Arsenal will only sign Sanogo and Wenger will say we can challenge for top honors!!! Sigh.

When I wake up I’m hoping I’ll see a ‘welcome’ article on the @Arsenal website! #AFC #InWengerWeTrust

Waiting for an answer from @WayneRooney Wanting to know if you’ll be in an @Arsenal shirt next season. I know I’d love 4 you to play for us!

with Julio Cesar @arsenal can go unbeaten next season n u know what that means. #GoonerTillIDie

First full day of transfer window and all the @Arsenal news is about unloading players and “lowball” bid being rejected. Groundhog Day.

Why hasn’t Arsene made a bid for Julio cesar yet @Arsenal

Still no news on @Arsenal transfers

@Arsenal are gonna fuck up this Higuain transfer I feel it

come on @Arsenal at least confirm Yaya Sanogo so we have something cool to look at on the website!

I hope the silence at @Arsenal is just the calm before the storm of signings

1st July. Transfer window is officially open. Hopefully, Arsenal will announce a signing within this first week. Don’t care who. Anyone.

Rangkaian kalimat di atas adalah tweet-tweet yang saya seleksi paska bursa transfer musim panas 2013 ‘resmi’ dibuka. Tidak butuh dijelaskan bagaimana ‘merana’-nya mereka terhadap sunyinya pergerakan transfer Arsenal. Tweet-tweet tersebut berhasil saya rangkum dengan melakukan pencarian di search engine Twitter dengan query ‘@Arsenal’, jadi bisa dipastikan lebih banyak tweet menjengkelkan yang keluar jika saya memasukkan kata kunci ‘Arsenal’.

Mungkin mereka lupa bahwa dalam mengejar seorang pemain, dipastikan Arsenal akan menjalankannya serahasia mungkin. Bagaimana tidak? Ah, perlukah kiranya saya jelaskan? Baiklah.

  1. Lupakah anda dengan kejadian disalipnya target Arsenal terdahulu seperti Juan Mata, Gary Cahill, Nuri Sahin dan lainnya? Saat klub kecolongan (bisa oleh jurnalis, orang dalam, agen pemain yang bersangkutan atau kombinasi ketiganya), mata klub-klub kaya juga tertuju pada pemain tersebut. Kenapa? Karena saat Arsenal (Wenger) mengincar seorang pemain, bisa dipastikan pemain tersebut adalah permata. Daya tawar Arsenal dalam aspek materi jelas tertinggal jika dibandingkan Chelsea dan Manchester City,
  2. Mata rantai jurnalis kolom gosip-agen-klub saat bursa transfer bisa merubah angin dalam hitungan hari. Saat kabar seorang pemain diincar klub besar, menandakan pemain tersebut mempunyai daya jual tinggi. Arsenal adalah klub besar yang sayangnya — untuk saat ini — tidak memiliki daya saing urusan menaikkan tawaran harga, dengan menerbitkan berita diincarnya klien mereka (baca: pemain) oleh Arsenal, hampir pasti klub-klub kaya akan memicingkan mata kepada produk yang mereka tawarkan (baca: pemain),
  3. It’s just because.. We’re the Arsenal. Klub yang tidak mempunyai budaya membeli pemain dengan gaya heboh dan menggegerkan. Santi Cazorla tidak ada yang mengincar musim lalu sebelum Arsenal merekrutnya. Padahal kalau klub lain jeli, pemain seperti Cazorla dan Nacho Monreal bukan hanya berkualitas, tapi cenderung dapat direkrut dengan harga murah terkait kondisi klub mereka yang dilanda krisis finansial.

Kemudian saya tercenung agak lama. Apa hak saya untuk melarang orang berangan-angan? Toh hal itu tidak merugikan saya. Jika saya memiliki pandangan sinis terhadap perilaku seperti itu, membuat saya terdengar seperti seorang ‘snob’. Atau dalam pandangan lebih ekstrim lagi, tidak mempunyai ambisi dalam mendukung suatu klub. “Kita harus juara! Maka dari itu kita wajib melakukan perekrutan sesegera mungkin! Lihat Liverpool!”

I’m not that kind of man, really.

Salah satu grup musik favorit saya, Suede, pernah menciptakan lagu berjudul “Obsessions” dengan lirik seperti ini,

Obsession is like sex. It’s simple and complex. It’s called obsession. Can you handle it?

Berhubungan seks sebenarnya simpel saja: asal antara dua pihak setuju untuk melakukannya kapan pun dimana pun, maka terjadilah. Yang membuat hubungan kelamin antar manusia menjadi begitu merepotkan adalah adanya kain yang takut untuk disibak. ‘Kain’ disini bisa norma sosial atau agama. Terlebih kita masyarakat timur. Pembicaraan seputar seks bukanlah hal yang jadi topik pembicaraan waktu makan malam bersama keluarga. Namun senyaring apapun TOA masjid memutar kaset pengajian, hubungan seks bebas di kos-kosan akan terus marak terjadi.

Seks sama seperti obsesi. Siapa pun tidak bisa menahan atau melarangnya. Kamu jenius, Brett Anderson.

Sebelum melanjutkan, ini bukanlah anjuran bagi anda (terutama yang masih remaja) untuk menjadi permisif terhadap hubungan kelamin. Ini blog sepakbola, ingat! Saya hanya mencoba membanding-bandingkan satu kasus dengan kasus yang lebih sederhana agar pesan saya tersampaikan dengan baik.

Saya juga tidak bermaksud memosisikan diri sebagai polisi moral: bagaimana seharusnya berperilaku sebagai Gooner sejati di ranah maya.

Gooner sejati, my arse!

Saya tidak memungkiri bahwa masa bursa transfer dibuka adalah salah satu masa penting dalam memetakan perjalanan suatu klub ke depannya. Apa saya akan bersorak sorai seperti babeh si Doel saat mengetahui berita lulusnya Doel sebagai ‘tukang insinyur’ jika Arsenal sanggup merekrut Lionel Messi? Tentu saja!

Tapi seiring bertambah usia, setelah sekian lama menjadi suporter Arsenal, saya tahu diri dalam menakar obsesi. Klub yang saya dukung tidak mempunyai tradisi melakukan transfer heboh tiap musim. Saya akan sangat bahagia jika Marouane Fellaini, Gonzalo Higuain dan Wayne Rooney berbondong-bondong diperkenalkan oleh Wenger kepada pers sebagai pemain anyar Arsenal. Tapi saya juga mengantisipasi jika ternyata Arsenal hanya akan merekrut Yaya Sanogo, Clement Grenier dan pemain yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Saya tahu diri.

Saya tidak mendukung Chelsea.

Saya juga ingin klub meraih kejayaan. Tapi keinginan itu tidak membuat saya lantas tergopoh-gopoh mengedit photoshop seorang pemain incaran — katakanlah Fellaini — yang mengenakan kaos Arsenal. Menggelikan.

Mungkin ini akibat perpaduan liburnya kompetisi, prestasi yang tak kunjung membaik dan derasnya arus informasi yang bisa diakses semua orang tak peduli waktu dan tempat. Twitter membuat hubungan antara fans sepakbola dengan klub atau pemain menjadi akrab. Media ini pula yang menciptakan pola pikir pinstan menjangkiti tiap kalangan. Bukankah proses pembelian pemain tidak sesederhana membeli semangka di pasar?

“Ah, di gim simulasi Football Manager bisa simpel dan cepat, kok!”, mungkin begitu kilah anda, ya?

Sialnya saya lupa menambah aspek pengalaman virtual ini. Yep, dengan menjadi jagoan di gim FM, bukan berarti otomatis menjadikan anda seorang ‘ahli’ dalam memandang peta bisnis bursa transfer. Lagipula, jika perekrutannya gagal, Arsene Wenger atau Dick Law atau Ivan Gazidis tidak serta merta bisa mengulang gim dari awal. Mereka harus bertanggung jawab terhadap penggemar dan juga pertanyaan media.

Salah satu inspirasi saya dalam menulis blog ini, Arseblog, harus  ‘mengalah’ terhadap besarnya tuntutan konsumen akan berita rumor transfer dengan menciptakan lini baru bernama ‘Arseblognews’. Jika anda perhatikan lini tadi berbeda dengan Arseblog.com yang hampir tidak pernah membicarakan rumor-rumor transfer. Arseblog.com — menurut saya pribadi — berisi tulisan-tulisan menarik dengan kosakata bahasa Inggris mencengangkan sambil mengindahkan keinginan untuk berspekulasi siapa yang akan dibeli Arsenal. Andrew Mangan, penulis Arseblog, dengan jeli menciptakan lini baru tadi agar tetap dapat mendulang receh dari tiap klik di websitenya.

Brilian.

Lagipula, menjadi aktif di bursa transfer tidak lantas menjadikan suatu klub juara Premiership. Saya, termasuk anda mungkin, dulu sempat memuji langkah Wenger merekrut Sebastien Squilacci, seorang pemain senior, bukan pemain muda seperti yang biasanya Wenger rekrut. Lantas apa yang terjadi? Silakan ingat sendiri bagaimana kiprah Squilacci bersama Arsenal.

Davor Suker?

Diego Forlan dan Bebe di Manchester United?

Andy Carrol di Liverpool?

Andriy Shevchenko, Yuri Zhirkov dan Adrian Mutu di Chelsea?

Esteban Granero di QPR?

Seorang pemain muda dari klub antah berantah tidak lantas menjadikan pemain tersebut pemain gagal. Membeli pemain megabintang dengan CV mumpuni tidak lantas menjadikannya sanggup mengulang kesuksesan di klub baru. Inilah seni bursa transfer. Kita turut menjadi aktor di panggungnya.

Meski yang kita perankan adalah bagaimana ‘menimbang harapan’.

Salah satu kalimat klise dalam sepakbola yang sering dibicarakan para pundit: ‘it’s the hope that kills you’. Saya memilih untuk dikejutkan oleh Arsenal daripada repot-repot scrolling timeline untuk mencari perkembangan kabar.

Siapa yang mau ikut sekte ‘woles di bursa transfer’ ala saya  musim ini?

Trivia

Eks gitaris Suede yang kini menjadi produser, Bernard Butler, adalah seorang pendukung setia Arsenal.

4 thoughts on “Memelihara obsesi itu lumrah asal kamu menakarnya terlebih dahulu

  1. dan rupanya membeli Yaya Sanogo belum cukup kuat buat ngeredam teriakan arsenal lemot banget di bursa transfer.
    padahal dia transfer khas arsenal way, completely unknown.

    Like

  2. pas baca postingan ini gue ngkut sekte woles lu aja gan😀

    maklum saya newbie dri taun 2010 yg mau jdi gooners sejati😀

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s