Laurent Koscielny Mencuri Perhatian di Lakon Reuni van P*rsie

kosthebo5555

kosrvp

I’m not good at time management. That’s why I love hating distractions.

Misalnya saat saya berniat menghabiskan sebuah buku yang isinya menarik. Waktu yang saya punya tidak banyak, sementara saya bukan orang yang bisa mencerna isi buku jika disambi dengan pekerjaan lain (makan, mendengarkan musik).  Apalagi tiga tahun belakangan dimana akses menuju informasi instan — tapi tidak substansial — begitu mudah didapat (dan terlalu sulit untuk diabaikan). Twitter, aplikasi RSS reader yang makin catchy, Flipboard, StumbledUpon, Digg, GetPocket.com dan lain-lain.

Pada akhirnya saya hanya menggubris headline.

Pengalaman semacam ini juga terjadi di pertandingan melawan United kemarin. Demi sejuta kerlip bintang yang kini mulai tidak dipedulikan orang, saya benci orang Belanda itu menjadi juara dan pemain Arsenal lah yang menjadi Guard of Honour-nya.

Dan demi hempasan ombak yang menjadi buih, omong kosong jika Fergie mengistirahatkan pemain-pemain utama dan memberi kesempatan pada pemain lapis kedua untuk tampil.

Pertama: kemenangan United di Emirates akan menambah luka untuk Arsenal dan dia dengan sepenuh hati senang akan hal itu. Kedua: seperti yang Andrew Mangan tulis di situs ESPNFC, United bernafsu untuk memecahkan rekor Chelsea di musim 2004/05 ketika mereka mampu meraup 95 poin. Jumlah terbesar yang pernah dicatat tim Inggris dalam satu musim. Jika United bernafsu memecahkan rekor itu mereka harus memenangi seluruh laga terakhirnya musim ini.

Is it Wicked Not to Care?

Apparently the question above only matters to those things that don’t matter to your life and emotion. Hasrat Farhat Abbas menduniakan goyang pocongnya bersama Inul, Twitwar antara selebtwit untuk urusan remeh, perkara baru Saipul Jamil, pacar baru Kim Kadarshian, dan sebagainya dan seterusnya.

Kita begitu peduli dan terikat terhadap Arsenal. Agak mustahil bagi kita untuk melupakan kepergian RvPrick ke United musim panas lalu. Bagaimana bisa kita melupakan statement personal di websitenya itu? You’re our fucking captain. Bayangkan seseorang menyampaikan putusnya hubungan asmaranya di Twitter. That’s not backstabbing. Itu pembunuhan karakter.

Saya dulu begitu cinta dan bangga dengan orang ini. Seperti yang mungkin anda rasakan. Rambut jambul culunnya. Seringai mautnya selepas mencetak gol. Nafsu membunuhnya di depan gawang. Caranya mendribble bola yang melambai dan berjingkat.

Sehari jelang pertandingan Arsene Wenger (berkatilah orang ini, Tuhan) berkata,

Robin was 29, but in the end like a 39 year old woman desperate for a baby

Analogi diatas terdengar agak misoginis tapi untuk kasus ini terdengar tepat. Untuk pembelaan Arsene saat dia didera tuduhan pemerkosaan. Untuk tahun-tahun di ruang medik. Untuk kepercayaan para penggemar akan potensinya. Untuk harapan yang dia panggul saat akhirnya tampil konsisten dan dijauhi cedera. Untuk ban kapten yang mengapit lengan. Untuk rekan-rekannya yang lebih dahulu meninggalkan London Colney. Untuk perkataan yang kelak akan kita ucapkan kepada anak cucu,

“Jamanku dulu ada penyerang hebat. Namanya van Persie. Dia mungkin tidak sehebat Johan Cruyff, tapi dia mewarnai akhir pekanku dengan gol-golnya untuk Arsenal, nak”

All footballers are mercenaries. Bukan. Mereka pegawai. Kita tidak bisa mengharapkan loyalitas seperti Steven Gerrard pada Liverpool atau Francesco Totti di AS Roma. Golongan mereka hanya segelintir. Money changes everything. We do hope he’s our last player to take the train to Satansville.

May you rot in HELL

Gelar juara EPL mungkin akan membuat kolomnya di Wikipedia semarak. Ada secuil hal yang bisa dia banggakan, setidaknya. Para pemerhati semakin menertawakan kebijakan transfer/batas gaji Arsenal. Tapi ini bukanlah periode terkelam. Kita bisa berharap pada materi pemain saat ini. Apalagi musim ini kita tidak punya pemain kunci yang menyisakan sisa kontrak terbelengkalai.

Saya membaca beberapa pendapat seperti, “van P*rsie dengan caranya sendiri seperti menampar kebijakan-kebijakan klub; pergi ke klub rival dan langsung juara”. Saya juga menyimak tulisan John Cross yang berasumsi bahwa jika van P*rsie pergi ke klub luar Inggris dia akan seperti Thierry Henry; menjadi legenda klub. Tak ubahnya Liam Brady saat pindah ke Juventus.

Tak habis pikir. Bagaimana kasus ini bisa disandingkan dengan Henry dan Brady. Keduanya menjadi legenda bukan hanya karena permainan ciamik, tapi juga kenangan manis berupa gelar.

Mereka Membencimu, Setidaknya Per Mertesacker Mewakili yang Lain

Beberapa jam sebelum pertandingan Dailymail melansir komentar Per Mertesacker mengenai Robin:

We lost decisive players and Robin started so well at United. We asked each other, “How can he behave like that and hurt us like that?”

You hit my football g-spot, Per. Kita membagi rasa sakit yang sama.

We spoke a lot of times about it when we travelled away and they (United) scored. It was like, “Another one! Another decisive one!” But then you imagine that it’s our chance to show that he’s not responsible for whole team; that he’s gone now and he has another target with United

Hm. Another target? More like 110% salary rise to me. Setidaknya dia bisa berlibur ke Neptunus di hari tua nanti.

I think we replaced them (Barcelona’s Song and Van Persie) well in terms of scoring goals. It’s not only one player but three or four players who have scored 10 goals on average this season. What will be vital is to keep all the players that grew over the last year and learned a lot playing together. It could be vital to keep all of them – and maybe get some new players in

Mertesacker adalah satu dari sekian rekrutan Arsenal yang dibeli setelah kekalahan memilukan 2-8 musim lalu. Memulai musim perdananya kurang meyakinkan. Di akhir musim bahkan harus absen karena mengalami cedera. Namun Arsenal adalah klub luar Inggris yang dia dukung saat kecil. Bisa dibilang, he’s living his dream. Bersama Laurent Kocielny menjadi duet bek tengah terbaik musim ini. Tak lupa dua golnya ke gawang Sp*rs musim ini dan caranya merayakan gol tersebut.

35 Menit Pertama Arsenal Bermain Meyakinkan

Aaron Ramsey dan Mikel Arteta mendominasi lapangan tengah. Sementara melihat permainan Rosicky membuat kita berharap pemain ini tidak berumur senja. Selain Cazorla dan Podolsi, 9 pemain lain minimal pernah bermain bersama selama semusim. Kedua sayap United Nani dan Valencia hampir tidak berkutik karena kurangnya suplai bola.

Lalu saat bola hinggap di kaki van P*rsie, entah kenapa dia justru terpeleset dan bola berpindah dikuasai pemain Arsenal. Melalui serangan balik cepat, Rosicky meneruskan laju bola ke sisi kiri pertahanan United.

An offside goal. Against United.

Akhirnya Walcott memupus puasa gol yang terakhir dia catak saat melawan Liverpool Januari lalu.

Pertandingan lantas menjadi semakin keras. Baru 20 menit berjalan sudah ada 3 pemain United yang diganjar kartu kuning. Benar-benar hal tak lazim. Banyaknya pelanggaran yang terjadi juga mengesahkan betapa tertekannya pemain mereka atas dominasi serta pressing Arsenal. Berkali-kali struktur passing mereka dipatahkan The Gunners. Hanya ada satu tembakan ke gawang Szczesny di 20 menit pertama. Itu pun off target.

Dari 136 kali percobaan passing, dalam 20 menit pertama praktis United tidak berkutik untuk mengoptimalkan gaya permainan mereka
Dari 136 kali percobaan passing, dalam 20 menit pertama praktis United tidak berkutik untuk mengoptimalkan gaya permainan mereka
Tren tadi kemudian berlanjut hingga menit ke-40. Gambar di atas adalah heatmap positioning pemain United yang justru lebih banyak di barisan pertahanannya. Sisi kiri mereka di depan sangat dominan karena dari situlah van P*rsie meminta bola/memulai serangan
Tren tadi kemudian berlanjut hingga menit ke-40. Gambar di atas adalah heatmap positioning pemain United yang justru lebih banyak di barisan pertahanannya. Sisi kiri mereka di depan sangat dominan karena dari situlah van P*rsie meminta bola/memulai serangan
afcintercepts40mins
Sepanjang 40menit ini Arsenal berhasil meng-intercept alur bola mereka sebanyak 9 kali. 3 dari Koscielny, Mertesacker dan Arteta 2 kali, serta Ramsey dan Sagna masing-masing 1 kali interceptions

Kita tampil begitu percaya diri. Mencoba sabar saat mereka menguasai bola dan tidak melakukan tekel-tekel tidak perlu. Phil Jones sepertinya diberi tugas oleh Fergie untuk meminimalisir peran Arteta. Ketara dari sejumlah pelanggaran yang dia lakukan terhadap Mr. Lego. Ini membuat penempatan posisi Ramsey sedikit berada di depan Arteta.

Sagna’s Nightmare

Kemudian terjadilah mimpi buruk itu. Bacary Sagna memberi bola ke arah Szczesny, namun terlalu pelan dan dengan cepat disambar van P*rsie. Merasa bertanggung jawab, Sagna mengejarnya dan — ini saya pikir tidak perlu dia lakuakan — menjatuhkannya di kotak penalti.

Posisi van P*rsie sejatinya tidak terlalu berbahaya. Tapi jika saya adalah Sagna kemungkinan besar akan melakukan hal serupa. Keterikatan emosi, tekanan dari penonton, atmosfir di stadium membuat Sagna melakukan hal tadi.

Penalti untuk United. 1-1

Anehnya saya tidak terlalu kesal pada Sagna. Saya sadar bahwa Sagna seharusnya bisa menghindari kekonyolan macam itu. Tapi beakangan saya mulai menyadari betapa beratnya beban Sagna di sisi kanan Arsenal. Tugasnya tidak seberat Nacho Monreal atau Kieran Gibbs. Kenapa? Karena penyerang di sayap kiri Arsenal gemar melakukan tracking back hingga ke zona pertahanan: Podolski, Gervinho, Cazorla hingga Chamberlain (tergantung siapa yang dipasang).

Di depan Sagna adalah Theo Walcott. Pemain sayap murni  bukan, penyerang bukan, false 14 juga bukan.

Kita jadi sering melihat Sagna terlalu sering menahan bola di sisi kiri pertahanan musuh. Tak lain karena Walcott tidak berinisiatif membantunya. Gaya permainan Walcott memang seperti itu. Butuh bek kanan hebat untuk mengisi peran Sagna.

Potensi terbesar Walcott hanya tiga:

  1. kecepatan,
  2. kecepatan, dan
  3. kecepatan.

Maka kita jadi sering melihat betapa sedikitnya operan atau sentuhan yang Walcott lakukan di tiap pertandingan. False 14. Saya berharap Cazorla sedikit meminimalisir gocekan-gocekan ribetnya di final third. Karena jika terlalu lama, ruang yang sejatinya sudah rentan untuk dieksploitir Walcott menjadi kembali rapat.

Oper kanan – oper kiri – oper kanan – oper kiri – oper kanan – oper kiri -oper kanan lagi – mentok.

Dibanding Jenkinson, dalam aspek pertahanan Sagna lebih unggul. Terutama kemampuannya dalam meladeni duel-duel udara. Di pertandingan ini, dari 5 kali duel udara Sagna hanya kalah sekali.

Distraksi Dalam Diri Koscielny

Jika ada satu pemain yang membuat saya mensyukuri hasil seri. Orang itu adalah Laurent Koscielny.

Bermain sangat tenang di pertandingan sepanas ini, Koscielny membuat Thomas Vermaelen semakin meratapi diri.

5 tekel, 7 interceptions, 6 clearances, 3 bola panjang akurat, dan satu tembakan serta crossing.

Jantung rasanya hampir copot saat dia dengan penuh gaya melepas tembakan dari bola muntah hasil sepakan penjuru. Bola dengan deras melambung jauh dari gawang, Koscielny terjatuh, sambil dengan elegan membetulkan sepatunya yang agak renggang di kaki kiri.

Koscielny kemudian menjadi distraksi buat saya pribadi di pertandingan ini. Ini seperti rasa kagum seorang fangirl pada sosok musisi hip tertentu. Saya mengindahkan Jack Wilshere, Podolski dan bahkan Ram-Teta.

Distraction becomes temptation that I can’t handle.

Sebab itu pula saya pikir hasil seri ini tidak terlalu buruk. Meski beban Arsenal menjadi berat: harus meraup sisa 9 poin penuh jika ingin memastikan slot Liga Champions.

Hasil seri ini memerpanjang rekor tak terkalahkan Arsenal sejak kemenangan di kandang Bayern Muenchen. QPR sudah memastikan diri terdegradasi. Sementara dua lawan lainnya, Wigan dan Newcastle berpotensi menjadi kerikil sandungan Arsenal.

Jika kita mengingat perjalanan Arsenal musim lalu. Koscielny adalah pencetak gol kemenangan 3-2 Arsenal atas West Brom. Kemenangan yang membuat Arsenal meraih posisi ketiga.

Semoga tuah Koscielny kembali berlanjut di sisa laga musim ini. van P*rsie adalah masa lalu. Arsenal need to move on. Seperti wakil kapten Arteta bilang,

I hope we can close the gap. Next season we have to improve on this current gap. You want to be in that situation [where you] walk on the pitch and the other teams show respect because you are the winners. Hopefully, along with our young players, we will have the chance to do it.

Do you believe we can do it?

6 thoughts on “Laurent Koscielny Mencuri Perhatian di Lakon Reuni van P*rsie

  1. “Selepas pertandingan Arsene Wenger (berkatilah orang ini, Tuhan) berkata,

    ‘Robin was 29, but in the end like a 39 year old woman desperate for a baby’ ”

    Kalimat itu, Wenger katakan SEBELUM pertandingan, tepatnya hari Sabtu (1hari) sebelum matchday.

    Like

  2. Gw justru merasa kasihan sm Robin. Di usia yg sdh tidak prima,musim depan mgkn dia akan lebih sering duduk di bangku cadangan. Praktis kontribusi “nyata” dia hanya menghasilkan 1 gelar sepanjang karirnya sebagai pesepakbola. Tahun depan mgkn msh jd starter d timnas belanda, tp gw ga yakin belanda akan bisa juara. Praktis tdk ada yg benar2 mengingat org ini di masa depan. Seorang didier drogba mgkn akan lebih diingat org 10 tahun lagi. 7 tahun usia primanya dia habiskan dgn cidera. Sungguh menyedihkan. Dia ini seperti torres, never exist to liverpudlian, soon forgotten by chelskiers. Krn dia Blm sejajar dgn legenda MU seperti cantona, even CR7. Kasian bgt, bener deh….

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s