Against Moyes We Need More From Sagna and Walcott

cazorla-fellaini-lolz

Hello everyone. Ini adalah kali kedua saya melakukan match preview setelah sebelumnya menulis menjelang laga replay FA cup melawan Swansea yang berhasil Arsenal menangkan lewat gol cantik Jack Wilshere. Pertandingan melawan Everton adalah pertandingan penting dimana jika berhasil kita menangkan, maka akan menekan mental saingan terdekat kita Chelsea dan — terutama — Sp*rs.

Sp*rs baru bermain hari Minggu melawan Manchester City, sambil berharap City bisa meraup keuntungan dari absennya Monkeybale, Everton di sisi lain juga punya motivasi berlebih untuk menang di Ashburton Grove: peluang mereka untuk mengikuti Liga Champions musim depan serta finish lebih baik dari Liverpool, tentu saja.

Well, Everton sejauh ini adalah salah satu tim yang sulit dikalahkan. Tapi di sisi lain juga sering membuang kemenangan melihat seringnya mereka mengakhiri laga dengan hasil imbang. Torehan 13 kali imbang adalah kedua terbanyak di EPL setelah Norwich — yang menempati urutan ke-14. Jika berhasil menang maka Everton akan melompati Chelsea dan Sp*rs dan membuat persaingan zona Champions makin membara. Hal yang sangat Arsenal hindari.

Prakiraan formasi

David Moyes, pelatih Everton — yang sudah melatih 10 tahun tanpa meraih satu gelar — kerap merombak susunan formasi tergantung siapa lawan yang dihadapi Everton. Namun di antara formasi-formasi tersebut, Marouane Fellaini dan Leighton Baines adalah dua nama yang selalu diperhitungkan lawan-lawannya.

Fellaini bersama Michu di Swansea kembali memopulerkan ‘Number Ten role’ dengan cara berbeda dengan apa yang Serie A sebut trequartista. Keduanya sama-sama berbadan besar, membahayakan lawan melalui pergerakannya sebagai striker bayangan serta kemampuan mencetak gol dari berbagai cara. Keduanya juga berdiri di belakang satu striker, yang pada prakteknya akan menjadi 4-4-2 saat menyerang.

Sementara Leighton Baines sempat memimpin perolehan rasio chances created di EPL — hal yang membuatnya bersaing dengan gelandang-gelandang kreatif seperti Cazorla dan Juan Mata.  Akurasi crossing serta kemampuan melepas set-piece jadi andalan pria yang belakangan menggunakan gaya rambut mop-top ala Beatles ini.

Dari kubu Arsenal sendiri tersiar kabar dari Arsenal.com Fabianski menjadi pemain yang paling diragukan untuk tampil nanti malam. Terlepas cedera atau tidak (bisa saja ini akal-akalan Arsene untuk memanipulasi media), tentu ini peluang paling penting bagi Szczesny untuk kembali mengklaim posisi no. 1. Keputusan Arsene untuk membangkucadangkannya terbilang tepat. Fabiasnki kembali berdiri di bawah mistar saat Arsenal menang di Allianz Arena untuk kemudian berturut-turut mengisi posisi kiper di empat pertandingan terakhir EPL: selain semuanya berakhir dengan kemenangan untuk Arsenal, Fabianski juga hanya kebobolan 3 gol di 5 pertandingan tersebut.

Sementara itu Mertesacker kembali bisa tampil setelah menjalani hukuman akibat kartu merah yang diterimanya saat melawan West Brom. Menarik untuk menanti bagaimana keputusan Arsene dalam memilih duet centre-half kali ini. Koscielny-Mertesacker, Koscielny-Vermaelen atau Mertesacker-Vermaelen. Permainan Vermaelen sejak menjadi kapten seolah mengalami dekadensi. Error demi error membuatnya mengalami nasib seperti Szczesny — dibangkucadangkan sejak laga away versus Bayern.

kolom berwana biru adalah sisi dimana Everton kerap mendominasi serangan lewat poros Baines-Pienaar. Kolom berwarna merah merupakan rotasi empat penyerang Arsenal -- dengan harapan Walcott mendapat suplai through-ball dari Cazorla
kolom berwana biru adalah sisi dimana Everton kerap mendominasi serangan lewat poros Baines-Pienaar. Kolom berwarna merah merupakan rotasi empat penyerang Arsenal — dengan harapan Walcott mendapat suplai through-ball dari Cazorla

Namun saya cenderung memilih duet Koscielny-Mertesacker karena dominasi penyerang Everton yang menjulang tinggi (badan).

Sagna saya rasa menjadi prioritas Arsene ketimbang Jenkinson karena meski kontribusi menyerangnya tidak bagus-bagus amat (terutama dalam hal crossing), Sagna merupakan full-back andal terutama dalam duel-duel udara. Jenkinson memenangi 50% duel udara (15 dari 30 duel) sedangkan Sagna mengunggulinya dengan rataan perolehan 67% (63 dari 94 duel). Apalagi mengingat masih hijaunya Jenkinson, ada sebuah pola yang saya perhatikan dimana jika Jenkinson kembali tampil setelah menjadi cadangan di pertandingan-pertandingan sebelumnya, dia akan tampil buruk. Contoh saat melakukan dua blunder yang membuahkan 2 gol bagi Swansea dan kartu merah versus Sunderland. Sebelum melawan Swansea dia hanya jadi starter sekali dalam 5 pertandingan. Sedangkan versus Sunderland lebih ketara: dia tidak menjadi starter di 10 laga EPL sebelumnya.

Jack Wilshere di pertandingan terakhir juga terlihat masih menderita cedera. Memaksakannya bermain melawan Norwich terbukti merupakan kekeliruan karena anak muda ini kerap kali melakukan salah passing dan miskomunikasi dengan gelandang-gelandang lain. Saya rasa mengistirahatkannya sejenak adalah hal bijak, selain untuk berjaga-jaga dari cedera yang tidak diinginkan.

Kananku-kirimu: zona paling sibuk

Di tengah membaranya penampilan Kevin Mirallas, tidak bisa dipungkiri laga nanti malam kembali menghadirkan duel di sisi kanan Arsenal (Walcott-Sagna) dan kiri Everton (Pienaar-Baines). Penampilan apik Baines musim ini tidak lepas dari peran Pienaar yang sering mencari pelanggaran di daerah lawan — yang kemudian dimanfaatkan Baines melalui set-piece.

Saya dan Anda tentu menantikan siapa yang akan dipasang Arsene sebagai penyerang sayap kanan mengingat Gervinho kembali tampil buruk (membuang-buang peluang) di pertandingan terakhir melawan Norwich. Masih ada nama Rosicky tentu, tapi kondisinya baru saja pulih dari cedera dan saya berharap Walcott membuktikan nilai kontrak yang sempat menjadi drama berbulan-bulan itu.

Betapa tidak? Walcott terakhir kali mencetak gol saat melawan Liverpool Januari silam. Laga ini bisa jadi titik balik untuknya mengingat dialah pencetak gol tunggal Arsenal di pertemuan pertama. Apalagi — meski menjadi pemain pengganti dan jelas-jelas berada di posisi offside — Walcott berhasil memberi kontribusi berupa assist untuk gol ketiga Arsenal atas Norwich yang dicetak Podolski.

Walcott lebih saya pilih karena dia bertipe lebih direct ketimbang Rosicky, selain tentu saja kecepatannya yang harus dimanfaatkan rekan-rekannya. Di kandang Everton kita bisa melihat betapa sisi kanan Arsenal (kiri Everton) mendominasi alur serang masing-masing kubu:

gambaran offensive action dominan berada di sektor kanan Arsenal di pertemuan pertama. Gambar diambil dari WhoScored.com
gambaran offensive action dominan berada di sektor kanan Arsenal di pertemuan pertama. Gambar diambil dari WhoScored.com

Giroud yang sedang on fire diharapkan mampu memberi distraksi terhadap bek-bek Everton, sehingga Arsenal bisa kembali memperoleh hasil optimal dari trisula Podolski-Giroud-Walcott seperti yang terakhir mereka lakukan saat melawan Newcastle.

Baines mengumpulkan 2 assist dan 16 key pass dari 7 pertandingan terakhir. Torehan yang eksepsional untuk seorang fullback
Baines mengumpulkan 2 assist dan 16 key pass dari 7 pertandingan terakhir. Torehan yang eksepsional untuk seorang fullback

Selain catatan memuaskan dari 7 pertandingan terakhir, Sagna yang beberapa bulan lalu terlihat malas-malasan dan memimpin perolehan defensive error kini mulai menunjukkan kembali potensi terbesarnya di sektor pertahanan — dan mantan pemain Auxerre ini juga tidak membuat defensive error dalam kurun 7 pertandingan tersebut.

Perilaku Sagna di 7 pertandingan terakhir dalam aspek bertahan. 41 clearances, 12 interceptions dan 3 blok.
Perilaku Sagna di 7 pertandingan terakhir dalam aspek bertahan. 41 clearances, 12 interceptions dan 3 blok.

Ruang lebar dan jenjang

Everton bermain dengan selisih jarak antar pemain cukup jenjang. Berbeda dengan Arsenal yang begitu rapat mengingat seringnya rotasi (fluidity) yang dilakukan barisan penyerang. Pendekatan ala United dengan memplot Phil Jones untuk menempel ketat Fellaini memang membuahkan kemenangan untuk United, tapi perlu diingat bahwa Arsenal hampir tidak pernah memplot salah satu pemainnya untuk melakukan man-to-man marking khusus. Apalagi Mirallas dan Leon Osman yang belakangan menggila.

Di pertemuan sebelumnya barisan bek yang digawangi Koscielny-Mertesacker berhasil menciptakan jebakan offside sebanyak 6 kali (dengan Arsenal sama sekali tidak pernah terperangkap offside). Jika nanti malam hal ini kembali terulang, tentu kita harus mewaspadai kemampuan pemain-pemain mereka untuk melepas tendangan dari luar kotak penalti.

Arsenal juga patut menahan diri untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran tidak perlu di zona pertahanan sendiri. Kecermatan Baines dalam melepas umpan-umpan maut harus diminimalisir dengan menutup ruang pemain tersebut. Tiga poin dari Everton, maka Arsenal tidak hanya memberi tekanan untuk Sp*rs, tapi juga lawan mereka Minggu nanti Manchester City yang jika kalah, Arsenal hanya berjarak 3 poin untuk merebut posisi mereka.

Until next time,

Come on you Gunners!

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s