Short Preview v Liverpool — Arrivederci, Liam

Here we go again, Gooners. Jumpa lagi bersama saya jelang laga kandang melawan Liverpool. Tidak banyak yang akan saya ulas di match preview kali ini karena saya yakin anda sudah banyak membaca ulasan yang lebih dalam baik dari situs-situs luar maupun lokal. Kemenangan bagi kedua tim akan memuluskan langkah mereka di EPL musim ini. Selisih kedua tim hanya berjarak tiga poin dimana Arsenal berada tepat di atas Liverpool

Uniknya baik Liverpool maupun Arsenal sama-sama menjalani musim penuh inkonsistensi. Liverpool ala Brendan Rodgers di awal musim sempat menjanjikan dengan menahan City 2-2. Namun mereka kerap kalah dari tim-tim papan tengah. Sebut saja saat dilumat West Brom, Aston Villa dan Stoke. Arsenal pun sedemikian. Dari empat besar EPL sat ini, hanya Spu*s yang berhasil dikalahkan. Another silly season for both.

Arsenal berhasil meraih kemenangan pertamanya musim ini di Anfield dengan kemenangan 2-0. Pertandingan yang mendapat pujian dari khalayak karena secara beruntun mampu menjaga keperawanan gawang yang bahkan dikawal oleh kiper ketiga Don Vito. Perbedaan skuat lalu dengan nanti malam cukup signifikan, Arsenal September lalu bermain tanpa Szczesny dan Jack Wilshere. Sedangkan Liverpool tidak diperkuat Lucas Leiva dan Sturridge (yang masih berseragam Chelsea).

Peran Leiva sangat krusial dibanding Allen (their next Xavi, mind you!) karena secara sederhana mampu meringankan beban Gerrard. Defending-wise dia lebih baik dari Allen yang terbukti memusingkan Gerrard di pertemuan pertama. Wajar karena Gerrard adalah gelandang bertipe ‘direct’ yang mengandalkan pergerakan ke depan serta bola-bola lambung.

Michael Cox, football-tactic guru tadi sore menulis ulasan yang secara gamblang menjelaskan bahwa Rodgers harus benar-benar memerhatikan susunan line-up yang dia turunkan. Apakah memercayakan duet pivot Gerrard-Leiva atau kembali memberi anak emasnya Joe Allen kesempatan. Terlebih Arsenal dan Liverpool sama-sama memeragakan possession football. Tapi kemungkinan Rodgers memainkan Gerrard-Leiva lebih besar mengingat keduanya disimpan saat laga piala FA melawan Oldham.

Hal yang sangat harap Rodgers ulangi adalah pilihannya menurunkan Sturridge-Suarez-Borini-Sterling sekaligus. Saat melawan Oldham terlihat sekali Raheem Sterling dan Fabio Borini bermain tanpa visi. Empat pemain bertipe serupa diturunkan secara bersamaan hanya akan membuat lini tengah mereka mudah diperkosa trio Cazorla-Wilshere-Ramsey/Diaby dini hari nanti. Formula Gerrad-Leiva dengan Henderson sebagai gelandang serang terbukti berhasil saat melawan Norwich dan Sunderland.

Kedua tim juga sama-sama memeragakan pertahanan komikal. Berdasar data dari EPL Index, dari 28 gol yang bersarang ke gawang Liverpool, 32% berasal dari defensive error. Hal yang sama berlaku di Arsenal selain seringnya kebobolan melalui bola-bola mati.

Arsenal juga mengalami dilema pada barisan gelandang. Selain Jack Wilshere dan Cazorla yang sudah pasti menjadi starter, timbul pertanyaan apakah Diaby atau Ramsey yang mengisi posisi Arteta. Dalam dua pertandingan terakhir Ramsey menunjukkan gejala positif di posisi DMF, sedangkan Diaby di pertemuan sebelumnya tampil sangat aduhai. Ramsey sedang dalam kepercayaan diri tinggi apalagi Arsene secara khusus bicara empat mata mengenai peran baru ini.

Kedua tim juga sama-sama labil dalam urusan mencetak gol. Rekor gol Arsenal musim ini memang lebih baik dari musim lalu, tapi banyak gol tersebut lahir di pertandingan melawan tim kecil. 6 gol ke gawang Southampton dan Newcastle, 5 gol ke gawang West Ham dan Reading. Hal positif adalah Arsenal tidak mengandalkan torehan gol pada satu sosok seperti Liverpool pada Suarez. Persebaran gol dan assist antara Giroud, Walcott dan Podolski cukup merata dan jika mampu memertahankan form dua laga terakhir, maka tiga poin jelas milik Arsenal.

Arrivederci Liam!

Untuk kedua kali dalam hidupnya Liam Brady mengucapkan salam perpisahan untuk Arsenal.

Hari ini Arsenal mengumumkan bahwa Liam secara resmi akan meninggalkan jabatannya sebagai head of youth academy per Mei 2014. Selepas itu dia akan tetap berperan di klub terutama dalam hal scouting. Langakah ini selain mengejutkan juga cukup menarik. Dengan diumumkannya hal ini dari jauh-jauh hari, Arsenal tampak memersiapkan 2014 dengan sigap. Well, you know. Segala deal baru sponsorship dan pelunasan hutang atas Emirates yang kini ditaksir berada di angka £96 juta.

Liam Brady telah lama menggembleng bakat-bakat muda Arsenal Academy dan meski berhasil memunculkan bakat-bakat hebat seperti A$hley Cole, Pennant, Fabregas dan teranyar Jack Wilshere dan Kieran Gibbs, perubahan dinilai perlu. Apalagi klub-klub rival seperti Manchester City, Chelsea dan Spu*s mulai serius membina bakat mudanya.

Rumor negatif dari Liam Brady adalah dia disinyalir tidak pernah bicara tatap muka dengan Arsene dan membawa aura buruk di tim. Tapi apa pun itu Liam adalah legenda Arsenal yang mengabdi saat menjadi pemain maupun staf.

Pertanyaan yang terlontar adalah siapa yang kelak menggantikannya? Beberapa nama muncul seperti Martin Keown, Tony Adams, Lee Dixon dan — ini yang paling menggiurkan — Dennis Bergkamp.

Siapapun nanti yang terpilih, saya berharap semoga tidak didasari status mereka sebagai legenda hidup klub tapi juga kemampuan dan curiculum vitae-nya dalam kepelatihan. Hal yang saya pikir tidak dimiliki Tony Adams.

See you later, Lads and Lasses!

Up the Arsenal.

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s