A Night Like This: Bradford Phenomenal, Arsenal Abysimal

20121212-095822.jpg
I have no words. Saya geram, putus asa dan tidak percaya akan apa yang barusan saya lihat di TV. Arsenal tampil memalukan melawan tim semenjana dari Yorkshire, Bradford City, yang setiap minggu tampil di League Two; kompetisi kelas empat yang merupakan kasta terbawah kompetisi sepakbola profesional di Inggris sana.

Yorkshire yang saya kenal adalah Leeds United dan Yorkshire pudding.

Bradford City di atas kertas bukan batu sandungan buat Arsenal. Sebelum pertandingan semalam citra lebay media Inggris saya anggap angin lalu karena toh yang mereka kalahkan sebelum bertemu kita ‘hanyalah’ Wigan. Bisa dibayangkan sorak sorai kuli tinta mendapat kepastian untuk menjustifikasi Bradford sebagai ‘The Giant Killers’ di Capital One Cup.

Dan semifinal bertajuk Yorkshire derby semakin mereka idam-idamkan. Bradford tinggal berharap Leeds juga mampu mengikuti jejak mereka mengalahkan sesama tim EPL ibukota, Chelsea.

Dari Twitter saya baru tahu kalau julukan mereka adalah The Bantams. Ada gambar unggas di lambang klub mereka dan secara harfiah bermakna ‘itik’. Arsenal musim ini sudah mengalahkan dua klub ‘unggas’, Liverpool dan Spuds. Secara konyol-konyolan ini bisa jadi tolak ukur sekaligus bahan banyolan karena Arsenal pasti menang!

Wembley, here we are.

Say goodbye on a night like this
If it’s the last thing we ever do
You never looked as lost as this
Sometimes it doesn’t even look like you..

Selamat tinggal Mickey Mouse Cup, biarkan kami fokus di perebutan 4 besar EPL dan perempat final liga champions.

For fuck sake, Arsenal, why ruined this?

First team squad: checked,
Away fans yang tidak henti-hentinya bernyanyi sepanjang pertandingan: checked

Apalagi yang kurang?

Arsène dalam press conference menyiratkan keseriusannya di kompetisi ini dengan membawa skuad inti ketimbang tim reserve. Which is good, karena membangun mental juara dengan tim yang tiap musim skuadnya dirombak Arsenal butuh nyicil piala. Semua pembalap formula satu mengawali karir dari bawah dan mereka menempa motivasi untuk naik kelas dengan memenangi kejuaraan untuk naik kasta.

Tim ini tidak pernah menjadi juara bersama-sama. Johan Djourou yang sudah berada di Arsenal saat terakhir kali mencicipi rasanya jadi juara masih menyandang status youth player dan bahkan saat ini pun dia pilihan keempat di posisi centre-back.

Katakanlah Walcott benar-benar pergi Januari/musim panas nanti, toh Wilshere dan sisa dari mereka telah terbentuk kesatuan yang solid sebagai tim: Arsenal yang tidak hanya memainkan sepakbola indah di stadion nan megah tapi juga punya mental juara di setiap laga.

I’m coming to find you if it takes me all night
A witch hunt for another girl
For always and ever is always for you
Your trust the most gorgeously stupid thing I ever cut in the world

Pertandingan baru memasuki menit keenam dan Gervinho melakukan aksi bodoh melakukan handsball di kotak penalti Bradford. Dia pikir dirinya Maradona.

Mulai sekarang panggil dia Gervais Yao Lombe Kouassi atau Foreheadinho saja.

Seakan keadaan belum runyam dengan Foreheadinho sebagai penyerang tengah, Sagna berkali-kali mencoba melepas crossing yang selalu membentur pemain Bradford.

Apa Sagna pikir Foreheadinho mampu menyelesaikan crossing yang seandainya masuk ke kotak penalti Bradford? Too much ‘ifs’ will make you sound like a grumpy old-armchair-football fan, fella.

Berkali-kali Gibbs berada di posisi enak tak terkawal namun entah mengapa Cazorla lebih cenderung mempercayakan alur bola ke kanan. Kombinasi passing Cazorla-Ramsey-Gervinho seperti membayangkan ujung adegan tiap sinetron Indonesia. Kita semua tahu episode yang kita tonton akan berakhir dengan ciri khas monolog dalam hati tidak penting, slow motion yang berlebihan dan music scoring dramatis akan berujung pada tulisan ‘bersambung’.

Mentok.

Tapi tetap ditonton.

..Say hello on a day like today
Say it everytime you move
The way that you look at me now
Makes me wish I was you
It goes deep,
It goes deeper still
This touch
And the smile and the shake of your head…

1-0!

Pemandangan gol pertama Torres di musim ini buah pelanggaran tidak perlu Vermaelen yang menghasilkan set piece kembali terulang. Yang membedakan adalah Bradford tidak membutuhkan kecerdikan Torres untuk mendorong Koscielny sambil menjungkatkan kaki menyontek bola. Sagna melengkapi penampilan buruknya dengan ketidaksigapan mengantisipasi bola liar hasil sundulan pemain Bradford. Begitu bebasnya Gary Thompson menyambar bola di belakang Sagna dan membuat Valley Parade bergemuruh.

Saya tidak salah ketik. Sagna membelakangi bola yang berarti dia menghadap ke gawang ketimbang membelakanginya guna menghalau bola liar itu. Totally outplaced.

“Typical Capital One Cup goal”, “we’re still gonna win this” atau “you didn’t see our faboulous comeback against Reading, did you?” berseliweran di timeline.

0 shot on target di babak pertama.
Momen yang membuat degub jantung berhenti sejenak akhirnya datang saat Gibbs menendang bola liar dengan keras dan terlihat seperti akan gol dan penetrasi Coquelin melewati satu pemain dan melepas tendangan kaki kanan mendatar tapi hanya mampu membentur tiang. Plus adegan komedi Foreheadinho telat menyambar bola hasil umpan Gibbs di penghujung babak pertama. Tiga meter di depan gawang tanpa kawalan bek dan posisi kiper out of place.

20121212-095644.jpg

I’m coming to find you if it takes me all night
Can’t stand here like this anymore
For always and ever is always for you
I want it to be perfect like before..
Oh oh ow, I want to change it all
Oh oh ow I want to change*

Gol Vermaelen di menit 97 hasil umpan Cazorla sempat membangkitkan asa namun rasanya tidak adil bagi Bradford mengingat mereka tampil luar biasa sepanjang pertandingan.
Jika anda menonton pertandingan anda pasti paham betapa mereka tidak pernah semenit pun melakukan time wasting.
2×15 menit perpanjangan waktu dan Arsenal pun kalah lewat adu penalti setelah Cazorla (karma akibat divingnya minggu lalu?), Chamakh dan Vermaelen gagal melesakkan bola ke gawang Bradford.

Where has our Arsenal gone?
Arsenal FC menuju 8 tahun tanpa gelar
“You’re getting sacked in the morning..”
#WengerOut
We’re just a feeder club
#SilentStanOut
“Robin van Persie would’ve scored that”
#BoardOut

Semua orang merasa perginya Arsène adalah solusi. Saya menantikan bagaimana reaksi mereka saat Mark Hughes yang menjadi suksesornya.

Semua orang berteriak dimana Arsenal yang dulu mereka kenal (baca: tonton di TV). Coba tanyakan pada fans asli Inggris yang mendukung Arsenal awal 80-an/post-Bertie Mae era).

Semua orang berteriak menuntut perginya direksi board Arsenal yang mereka sebut mementingkan semata profit.
Apa mereka tahu orang-orang yang getol memrotes Malcolm Glazer kini membuat klub eskapis bernama FC United of Manchester? So much for love, eh?

“Sometimes it is not the modern-day demand for instant gratification and headlines that is the problem for Arsène Wenger. Sometimes it is Arsenal, and falling to League Two Bradford City in the quarter-finals of the league cup will only reopen the inquest into whether silverware or profit shapes the direction of the club. Their manager can have no complaint.”

Saya mengutip paragraf pertama artikel review pertandingan dari Guardian sebagai gambaran betapa clueless-nya permainan Arsenal semalam (dan musim ini).

Cuma Arsenal yang membuat seseorang bangun di sepertiga malam sampai matahari terbit demi menyaksikan timnya dikalahkan tim antah berantah.

Piala FA menjadi satu-satunya target realistis musim ini dan harus disikapi dengan serius. Darren Arsenal via Twitter menyebutkan bahwa bukan 70 juta poundsterling melainkan 100 juta nominal uang di bank yang bisa Arsenal investasikan Januari ini.

Keep calm and don’t pass it to Foreheadinho.

* lirik lagu A Night Like This milik The Cure yang baru saya sadari tidak hanya menyakitkan untuk diputar sehabis putus tapi juga setelah Arsenal kalah tragis

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s