Excelent but Misfortune Debut for Our New Troops

Try harder, Poldi!

Emirates Stadium, 18 Agustus 2012

Wasit: Chris Foy

Man of the Match: Santi Cazorla

Kehadiran trio baru Lukas Podolski, Oliver Giroud dan Santi Cazorla membawa angin harapan untuk Arsenal dan fellow gooner di seluruh dunia. Optimisme tinggi meski Arsenal kini kembali ditinggal kaptennya yang membelot ke United dan Alex Song yang setelah pertandingan ini diumumkan telah resmi berlabuh ke Barcelona. Pertandingan pertama musim 2012-2013 dilaksanakan di Emirates yang  tentu menambah gairah kita semua.

Selain Jack Wilshere, Tomas Rosicky, Bacary Sagna dan Frimpong yang telah lama cedera, Arsenal sayangnya harus menerima ekstra cobaan dengan absennya Koscielny dan Alex-oxlade ‘Chambo’ Chamberlain karena cedera ringan. Hal ini tentu membuat kita mudah memprediksi susunan pemain di lini pertahanan Arsenal: Carl ‘Jenko’ Jenkinson – Per Mertesacker – Thomas Vermaelen – Kieran Gibbs. Tinggal menebak bagaimana Wenger meracik susunan pemain di garis depan. Banyak yang berharap Giroud dan Poldi akan dimainkan berbarengan (dengan Poldi sebagai penyerang sayap seperti yang dia lakukan di timnas Jerman). Namun godaan semacam itu tidak mungkin terlaksana mengingat surplus stok penyerang sayap Arsenal: TW14, Gervinho dan Arshavin – yang bahkan ketiga orang ini bisa bermain sama baik di sisi kanan maupun kiri.

Sunderland yang meski musim lalu hanya mampu finish di peringkat 13 tidak bisa dianggap enteng. Selain duet centre-back kokoh, tim yang sejak musim lalu dilatih legenda Nottingham Forest Martin O’neill ini punya prestasi sebagai pembunuh raksasa musim lalu. Liverpool (1-1, 1-0) dan Manchester City (1-0, 3-3). Saya sempat sedikit lega karena top skor piala FA mereka musim lalu telah kembali ke Arsenal; Nicklas Bendtner si ambassador celana dalam telah kembali ke Arsenal, namun duet daya gedor Sessegnon dan Larssen (yang pernah membela Arsenal) tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ditambah bek kiri Kieran Richardson yang kerap melepas umpan-umpan berbahaya.

Pertandingan dilaksanakan pukul 15.00 waktu setempat dan cuaca begitu terik. Namun tidak berpengaruh buat fellow gooner di Inggris sana karena faktanya pertandingan ini jadi satu-satunya laga dengan penjualan tiked sold-out! What an enthusiasm, right.

Sejak kick-off babak pertama Arsenal tampil menguasai pertandingan namun nyatanya anak-anak The Black Cats berhasil mencuri peluang di menit 3 dan 4 melalui Sessegnon dan Richardson yang untungnya masih dapat diatasi Szczesny dengan tenang. Celah lebar antara Per dan Vermaelen yang begitu lowong menjadi penyebabnya.

Sunderland menerapkan strategi andalan dalam menahan tim-tim dengan penguasan bola tinggi. Mereka menerapkan ekstra zonal marking, ‘memarkis bus’ sambil sesekali melepas umpan jauh. Hal yang tentu membuat frustasi seperti saat Barcelona dikandaskan Chelsea musim lalu. Diaby sempat beberapa kali melakukan salah umpan tapi melihat stamina dan determinasinya dalam bertahan membuat saya yakin bahwa kita sebenarnya punya sosok gelandang bertahan yang sayangnya sering cedera. Diaby yang baru kini jarang berlama-lama menahan bola dan baru benar-benar melepas tembakan ketika dirasa perlu.  Pada menit 28 dengan cerdik dia melepas tembakan ke sisi kanan jauh gawang Mignolet yang tampil sempurna.

Duet Arteta – Cazorla sebagai pengatur serangan is a pleasing in the eye! Jika diibaratkan kedua orang ini bagai kakak-beradik Connor – Murphy di film The Boondock Saints. Mereka dengan seenaknya melepas bola-bola lambung ke berbagai arah lini serang Arsenal. Cazorla yang diplot sebagai gelandang serang berkali-kali melepas tendangan jarak jauh dengan kaki kirinya yang mematikan. Hebatnya dia baru saja tampil untuk Spanyol pada pertandingan persahabatan dua hari yang lalu. Arteta, yang kini menjabat wakil kapten kini leluasa memberi instruksi pada para pemain. Pemandangan dirinya mengacungkan jari ke berbagai arah saat rekannya memegang bola menjadi hiburan tersendiri untuk saya. Since he doing it in a very flamboyant way. Kedua orang ini tampil penuh mengatur arah bola sepanjang laga. Akan sangat menyenangkan saat Super Tom sembuh karena kita tidak perlu khawatir kehilangan dirigen pertandingan jika salah satu dari ketiganya cedera.

Arsenal’s Boondock Saints

Babak pertama yang menegangkan berakhir imbang 0-0.

Peluit babak kedua ditiup, tidak ada hal yang berubah dari gaya bermain kedua belah tim. Sunderland bahkan lebih disiplin lagi memarkir bus. Satu hal yang patut disayangkan adalah ketidakjelian Cazorla untuk melepas pass-trough ke arah TW14 dan Gervinho. TW14 kita kenal sangat cepat dalam mengejar bola, tapi untuk dribbling dia masih kesulitan. Tidak berbeda dengan Gervinho, kebiasaannya membawa bola hingga sisi terdalam kotak penalti lawan kerap terulang kali ini. Dia masih saja tidak paham kapan harus melepas crossing ketimbang mengutak-atik bola untuk kemudian kandas di kaki lawan. Poin positif untuknya hari ini adalah kemauannya untuk turun membantu pertahanan.

Setelah di menit 61 Cazorla kembali gagal merobek gawang Sunderland dengan first-time shotnya (hasil umpan Gervinho), kesempatan emas kembali terjadi saat TW14, yang sundulannya sedikit melambung di babak pertama, mendapat umpan lambung dari Gibbs dan melepaskan tendangan voli keras yang.. frustatingly hanya bisa menyentuh jala luar gawang Mognolet.

Peluang terbaik Arsenal akhirnya terjadi saat di menit 82 melalui Oliver Giroud. Berawal dari King Ramsey yang melihat Cazorla tak terkawal, memberinya bola dan dengan cerdik memberi umpan terobosan pada Giroud. Penonton stadion dan layar kaca sama-sama berteriak, ‘goooooo…’ sekian detik sebelum mengetahui bahwa bola lagi-lagi gagal memberi Arsenal gol.

Akhirnya meski petugas pertandingan memberi tambahan 4 menit waktu ekstra, Arsenal gagal meraih tiga poin pada pertandingan pertama musim ini. To judge this soon is very unlikely karena anak-anak Arsenal membutuhkan beberapa lagi untuk menemukan chemistry dengan beberapa rekrutan anyar. As for Santi Cazorla, being man of the match for his Arsenal debut is a sign that he’s capable for being a game maker.

Kemenangan wajib diraih kala bertandang ke kandang Stoke minggu depan karena kita akan menghadapi Liverpool setelahnya. Hal yang menguntungkan bagi Arsenal adalah kartu merah yang didapat gelandang perusak mereka Dean Whitehead.

Akhir kata, kekalahan telak 3-0 Liverpool atas West Brom dan runtuhnya Sp*rs 2-1 atas Newcastle menjadi pelipur lara di matchday pertama. Have a big laugh, lads!

Credit of photos:

http://www.fanfeedr.com/soccer/sunderland/photos?id=d5603024-4566-58a5-a496-c6b41c3cb2b6

http://www.arsenal.com/news/news-archive/santi-cazorla-picture-gallery

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s